Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Lampung Selatan

Dr. Tri Umaryani Pimpin Langkah Pengendalian Inflasi, Pemkab Lampung Selatan Fokus Stabilkan Harga Cabai dan Bawang

8
×

Dr. Tri Umaryani Pimpin Langkah Pengendalian Inflasi, Pemkab Lampung Selatan Fokus Stabilkan Harga Cabai dan Bawang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KALIANDA, Lampung Wah – Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Dr. Tri Umaryani, S.P., M.Si., memimpin langsung upaya percepatan pengendalian inflasi daerah menyusul kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis, terutama cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan beras.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Kalianda, Selasa (9/6/2026), bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), perangkat daerah terkait, serta sejumlah instansi pendukung lainnya.

Example 300x600

Dalam arahannya, Dr. Tri Umaryani menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan karena berkaitan langsung dengan daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu bergerak cepat, terukur, dan terkoordinasi dalam menghadapi gejolak harga kebutuhan pokok agar tidak berdampak lebih luas terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Kondisi ini memerlukan langkah pengendalian yang terkoordinasi guna menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan, serta menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat,” ujar Dr. Tri Umaryani.

Ia menjelaskan, rakor tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri pada 8 Juni 2026. Dalam forum tersebut, seluruh pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan harga komoditas pangan yang terjadi di berbagai wilayah.

Sebagai koordinator bidang ekonomi dan pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Dr. Tri Umaryani menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan.

Selain mengidentifikasi penyebab kenaikan harga, rakor juga difokuskan pada penyusunan langkah cepat pengendalian inflasi jangka pendek sekaligus memperkuat strategi jangka menengah untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, Kabupaten Lampung Selatan mencatat perkembangan harga yang perlu menjadi perhatian serius. Cabai rawit menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu pertama Juni 2026, disusul bawang merah yang terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Dr. Tri Umaryani mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Sejumlah langkah konkret telah dilakukan, mulai dari pelaksanaan operasi pasar, inspeksi mendadak ke pasar tradisional, hingga pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) guna mendukung stabilisasi harga.

Tidak hanya itu, dirinya juga mendorong optimalisasi program gerakan menanam komoditas pangan, penguatan kerja sama antardaerah dengan wilayah sentra produksi, serta pemberian subsidi transportasi untuk memperlancar distribusi barang dan menekan biaya logistik.

“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah, instansi terkait, pelaku usaha, hingga masyarakat agar harga kebutuhan pokok tetap stabil,” tegasnya.

Di bawah koordinasi Dr. Tri Umaryani, seluruh anggota TPID Lampung Selatan diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga selama dua minggu berturut-turut, terutama cabai rawit dan bawang merah, sehingga langkah intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Langkah proaktif yang dipimpin Dr. Tri Umaryani tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan inflasi tetap terkendali di tengah tantangan fluktuasi harga pangan yang terjadi secara nasional.

(Redaksi Lampung Wah)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *