Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPendidikanTulang Bawang

SMAN 1 Dente Teladas Bersiap Jadi Sekolah Adiwiyata, Drs. Suwarto Dorong Budaya Peduli Lingkungan

16
×

SMAN 1 Dente Teladas Bersiap Jadi Sekolah Adiwiyata, Drs. Suwarto Dorong Budaya Peduli Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TULANG BAWANG, LAMPUNG WAH — SMA Negeri 1 Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, menunjukkan komitmennya untuk memperkuat budaya sekolah yang peduli dan ramah terhadap lingkungan. Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan silaturahmi jajaran SMAN 1 Dente Teladas ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung, Jumat (11/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah SMAN 1 Dente Teladas dalam mempersiapkan diri mengikuti dan mengembangkan Program Sekolah Adiwiyata, sejalan dengan target Pemerintah Provinsi Lampung yang menargetkan 160 sekolah jenjang SMA, SMK, dan MA sederajat berstatus Adiwiyata pada periode 2026–2030.

Example 300x600

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Provinsi Lampung, Wawan Sah, menerima kunjungan dari SMAN 1 Dente Teladas di Kantor DLH Provinsi Lampung.Wawan menjelaskan bahwa Program Adiwiyata bukan semata-mata program untuk membuat lingkungan sekolah terlihat bersih, tetapi merupakan upaya membangun budaya dan perilaku warga sekolah agar semakin peduli terhadap lingkungan.

“Program Adiwiyata adalah upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah melalui gerakan peduli dan perilaku ramah lingkungan dalam mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan,” jelas Wawan mewakili Kepala DLH Provinsi Lampung.

SMAN 1 Dente Teladas Siapkan Sejumlah Aspek

Bagi SMAN 1 Dente Teladas, upaya menuju Sekolah Adiwiyata menjadi momentum untuk memperkuat berbagai kebiasaan positif di lingkungan satuan pendidikan.

DLH Provinsi Lampung mendorong sekolah peserta Adiwiyata untuk memperhatikan sejumlah aspek penting, antara lain kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, penghematan dan konservasi air, serta penghematan dan konservasi energi.

Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kondisi fisik lingkungan sekolah, tetapi juga dari sejauh mana perilaku ramah lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga sekolah.

Langkah SMAN 1 Dente Teladas ini sekaligus memperlihatkan bahwa sekolah di wilayah Kabupaten Tulang Bawang memiliki ruang yang besar untuk mengambil bagian dalam agenda peningkatan kualitas lingkungan hidup di Provinsi Lampung.

Dipimpin Drs. Suwarto, M.Pd.I.

Di bawah kepemimpinan Drs. Suwarto, M.Pd.I., SMAN 1 Dente Teladas terus mengembangkan berbagai kegiatan pendidikan dan pembinaan peserta didik.Laman resmi sekolah mencatat sejumlah kegiatan sekolah sepanjang 2026, di antaranya Penerimaan Tamu Ambalan, peringatan Hari Anak Nasional, serta pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi peserta didik baru.

Data pendidikan Pemerintah Provinsi Lampung juga mencantumkan Suwarto sebagai kepala sekolah SMAN 1 Dente Teladas, dengan NIP 196903081997021001.

Konsistensi tersebut menjadi modal penting bagi sekolah dalam mengembangkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sekitar.

Target 160 Sekolah hingga 2030

Program yang tengah didorong DLH Provinsi Lampung tersebut memiliki target cukup besar. Hingga September 2026, sebanyak 54 sekolah di Lampung telah melakukan registrasi untuk mengikuti Program Sekolah Adiwiyata.

Selanjutnya, DLH Provinsi Lampung akan melakukan pembinaan dan supervisi kepada sekolah-sekolah yang telah mendaftarkan diri.Dalam pelaksanaannya, mekanisme pengusulan dan penilaian Program Adiwiyata juga telah terintegrasi secara digital melalui Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) sehingga prosesnya diarahkan menjadi lebih transparan dan terukur.

Bagi SMAN 1 Dente Teladas, keterlibatan dalam program tersebut bukan sekadar mengejar predikat Adiwiyata. Lebih jauh, program ini dapat menjadi sarana membangun kebiasaan positif sejak dari lingkungan sekolah, mulai dari menjaga kebersihan, memilah dan mengelola sampah, menghemat penggunaan air dan listrik, hingga menjaga keanekaragaman hayati.

Kunjungan ke DLH Provinsi Lampung pun menjadi langkah awal untuk memperkuat kesiapan sekolah dalam memenuhi berbagai indikator yang dipersyaratkan.

Dengan dukungan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta seluruh warga sekolah, SMAN 1 Dente Teladas diharapkan mampu menjadikan budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari karakter sekolah dan bukan sekadar program sesaat.

Jika langkah tersebut konsisten dijalankan, SMAN 1 Dente Teladas berpeluang menjadi salah satu sekolah di Kabupaten Tulang Bawang yang ikut memperkuat gerakan sekolah berbudaya lingkungan sekaligus mendukung target besar 160 Sekolah Adiwiyata di Provinsi Lampung hingga 2030.

LAMPUNG WAHSuara Anda Berita Kami

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *