TANGGAMUS, LAMPUNG WAH – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali memaknai arti kemerdekaan, termasuk dalam pembangunan sektor kesehatan.
Bagi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Herry Novrizal, M.M., CRP, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang layak, sehat, produktif, serta mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah dan berkualitas.
Sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, ia menilai pembangunan kesehatan merupakan bagian penting dari upaya mengisi kemerdekaan. Sebab, masyarakat yang sehat menjadi salah satu fondasi utama bagi kemajuan daerah.“Memaknai kemerdekaan dalam bidang kesehatan berarti bagaimana kita bersama-sama memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan, meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat, serta mencegah berbagai penyakit sejak dini,” menjadi pesan yang relevan dalam momentum HUT ke-81 RI.
Menurutnya, tantangan pembangunan kesehatan di daerah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan tenaga kesehatan, kader kesehatan, pemerintah pekon, keluarga, dunia pendidikan, serta seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, semangat kemerdekaan juga harus diterjemahkan menjadi semangat gotong royong dalam menjaga kesehatan lingkungan dan keluarga.
Tantangan Kesehatan Masih Menjadi Pekerjaan BersamaDi tengah berbagai kemajuan pembangunan, Kabupaten Tanggamus masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah di sektor kesehatan.Penguatan pencegahan dan penanganan tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu perhatian penting.
Pemerintah Provinsi Lampung pada 2026 juga menekankan bahwa Tanggamus memiliki potensi untuk mempercepat penanggulangan TBC melalui dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, kader pemerintah pekon, dan masyarakat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan persoalan kesehatan membutuhkan pendekatan bersama. Penemuan kasus secara aktif, pendampingan pasien, edukasi masyarakat, hingga memastikan pasien mendapatkan penanganan secara tepat menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian TBC.
Selain TBC, persoalan stunting dan pemenuhan gizi masyarakat juga tetap menjadi perhatian dalam pembangunan kesehatan Tanggamus.
Pemkab Tanggamus pada 2026 kembali menggelar Rembuk Stunting sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan mempercepat penurunan stunting. Edukasi kepada keluarga, terutama terkait pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, dan kesehatan ibu serta anak menjadi bagian penting dari intervensi yang dilakukan.
Kemerdekaan Dimulai dari Keluarga yang SehatDr. Herry Novrizal memandang bahwa pembangunan kesehatan harus dimulai dari hal-hal sederhana di tengah keluarga dan lingkungan masyarakat.
Kesadaran untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memperhatikan asupan gizi, memanfaatkan layanan kesehatan, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta tidak mengabaikan gejala penyakit merupakan bentuk nyata masyarakat dalam mengisi kemerdekaan.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan kesehatan, tetapi keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat.
Karena itu, momentum HUT ke-81 RI diharapkan tidak berhenti pada upacara dan perayaan semata. Semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan bersama.“Kalau masyarakat sehat, anak-anak dapat tumbuh dan belajar dengan baik, orang tua dapat bekerja secara produktif, dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih kuat,” menjadi semangat yang ingin terus didorong dalam pembangunan kesehatan Tanggamus.
Perkuat Pelayanan Kesehatan hingga Masyarakat
Sejak dipercaya memimpin Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus pada awal 2026, dr. Herry Novrizal menghadapi tugas untuk memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus memastikan program kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara luas.Pelantikan dr. Herry Novrizal, M.M., sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus berlangsung pada Januari 2026 bersamaan dengan pelantikan sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.
Dalam pelaksanaan tugasnya, penguatan pelayanan kesehatan masyarakat menjadi bagian penting. Kegiatan Dinas Kesehatan Tanggamus pada 2026 juga mencakup penguatan pelayanan kesehatan di wilayah kecamatan, termasuk kegiatan di Cukuh Balak.Bagi dr. Herry, pelayanan kesehatan tidak boleh hanya berorientasi pada pengobatan ketika masyarakat sudah sakit. Upaya promotif dan preventif harus terus diperkuat agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan sebelum penyakit muncul.
Pendekatan tersebut menjadi semakin penting karena kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas kesehatan, tetapi juga oleh lingkungan, pola hidup, kondisi sosial ekonomi, pengetahuan, serta partisipasi masyarakat.
Pesan HUT ke-81 RIDalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dr. Herry Novrizal mengajak seluruh masyarakat Tanggamus menjadikan kesehatan sebagai bagian dari semangat mengisi kemerdekaan.
Ia juga mengajak tenaga kesehatan untuk terus memberikan pelayanan dengan penuh tanggung jawab, humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.Sementara kepada masyarakat, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
Semangat gotong royong yang menjadi bagian dari karakter bangsa Indonesia dinilai sangat relevan diterapkan dalam pembangunan kesehatan.“Menjaga kesehatan bukan hanya tugas tenaga kesehatan atau pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” menjadi pesan yang sejalan dengan semangat pembangunan kesehatan masyarakat.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 RI bukan hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjuangan pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda.
Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan membangun masyarakat yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik.
Dari Tanggamus, semangat kemerdekaan itu dapat dimulai dari satu hal sederhana: menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan untuk Indonesia yang semakin kuat.
Lampung Wah — Suara Anda, Berita Kami.




















