Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Saat Bicara Anggaran Dianggap Sensitif, Olpin Putra Justru Pilih Keterbukaan dan Transparansi

Saat Bicara Anggaran Dianggap Sensitif, Olpin Putra Justru Pilih Keterbukaan dan Transparansi

  • account_circle lampungwah99@gmail.com
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PRINGSEWU, LAMPUNG WAH — Saat informasi mengenai anggaran dan keuangan daerah kerap dianggap sebagai sesuatu yang sensitif, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pringsewu, Olpin Putra, S.H., M.H., justru memilih keterbukaan sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Keterbukaan tersebut terlihat dari publikasi Update Posisi Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Pringsewu per 11 September 2026 yang disampaikan BPKAD kepada publik. Berdasarkan data tersebut, posisi saldo RKUD Kabupaten Pringsewu tercatat sebesar Rp32.040.724.886,63. Angka tersebut merupakan posisi kas setelah memperhitungkan total kas tersedia sebesar Rp42.601.969.873,63, dengan realisasi belanja daerah pada periode 7 hingga 11 September 2026 sebesar Rp10.561.244.987,00.

Sementara itu, realisasi pendapatan daerah pada periode yang sama tercatat sebesar Rp10.440.143.574,00.

Bagi masyarakat, publikasi tersebut menjadi informasi penting karena tidak hanya menunjukkan saldo kas daerah yang tersedia, tetapi juga memberikan gambaran mengenai pendapatan dan belanja yang terealisasi dalam periode tertentu.

Sikap terbuka dalam menyampaikan informasi keuangan tersebut menjadi salah satu hal yang menarik dari kepemimpinan Olpin Putra di BPKAD Kabupaten Pringsewu. Sebab, pengelolaan anggaran daerah bukan hanya berkaitan dengan urusan administratif pemerintahan, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap bagaimana uang publik dikelola.

Dengan membuka informasi posisi RKUD secara berkala, BPKAD memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengetahui perkembangan kondisi keuangan daerah secara lebih aktual. Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa transparansi tidak harus berhenti pada slogan, tetapi dapat diwujudkan melalui penyampaian data yang konkret.

Dalam publikasi posisi RKUD tersebut, BPKAD juga menyajikan rincian realisasi belanja. Pada periode 7 hingga 11 September 2026, realisasi belanja operasi tercatat sebesar Rp6.923.380.457,00, belanja modal sebesar Rp3.589.259.330,00, serta belanja bantuan sebesar Rp48.405.200,00. Sementara untuk belanja tidak terduga, tidak tercatat adanya realisasi pada periode tersebut.

Dengan demikian, masyarakat dapat melihat secara lebih utuh bagaimana perubahan posisi kas daerah terjadi, dari saldo sebelumnya, tambahan pendapatan, hingga realisasi belanja yang kemudian menghasilkan saldo RKUD sebesar Rp32,04 miliar.

Di bawah kepemimpinan Olpin Putra, keterbukaan informasi tersebut berjalan beriringan dengan upaya BPKAD Pringsewu memperkuat digitalisasi pengelolaan keuangan dan aset daerah. Sejumlah inovasi turut dikembangkan, di antaranya penerapan SP2D Online, sistem monitoring dan evaluasi laporan secara real-time, serta digitalisasi informasi pemanfaatan aset daerah.

Digitalisasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempercepat proses administrasi, tetapi juga mendukung terciptanya sistem pengelolaan keuangan yang lebih tertib, terukur, dan mudah dipantau. Dengan sistem yang semakin terdigitalisasi, proses pengelolaan keuangan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sekaligus memperkuat akuntabilitas setiap tahapan.Pada akhirnya, transparansi keuangan daerah bukan sekadar persoalan menyampaikan angka.

Lebih dari itu, keterbukaan menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat. Publik memiliki hak untuk memperoleh informasi mengenai pengelolaan keuangan daerah, sementara pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi tersebut disampaikan secara benar, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks itulah langkah BPKAD Kabupaten Pringsewu di bawah kepemimpinan Olpin Putra, S.H., M.H., menjadi menarik untuk dicermati. Ketika anggaran kerap dianggap sebagai informasi yang sensitif, BPKAD justru memilih menghadirkan informasi mengenai posisi kas dan perkembangan keuangan daerah kepada masyarakat. Bukan hanya melalui narasi, tetapi juga dengan angka-angka yang konkret.

Jika konsistensi keterbukaan tersebut terus dijaga, langkah ini tentu dapat menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola keuangan daerah yang semakin transparan, akuntabel, dan dipercaya masyarakat.Agak beda memang. Ketika bicara anggaran tidak harus selalu identik dengan tertutup. Di Pringsewu, Olpin Putra justru menunjukkan bahwa keterbukaan dapat menjadi bagian dari cara membangun kepercayaan publik.

Lampung Wah — Suara Anda, Berita Kami.

  • Penulis: lampungwah99@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanggamus Raih Skor Arsip Tertinggi 84,3 di Wilayah Kanreg V BKN, Bukti Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

    Tanggamus Raih Skor Arsip Tertinggi 84,3 di Wilayah Kanreg V BKN, Bukti Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 5
    • 0Komentar

    TANGGAMUS, LAMPUNG WAH – Pemerintah Kabupaten Tanggamus menorehkan capaian membanggakan dalam pengelolaan arsip Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada periode Semester I Tahun 2026, Tanggamus tercatat meraih skor arsip sebesar 84,3, sekaligus menjadi nilai tertinggi di wilayah kerja Kantor Regional (Kanreg) V Badan Kepegawaian Negara (BKN). Informasi mengenai capaian tersebut juga dipublikasikan oleh BKPSDM Kabupaten Tanggamus […]

  • BEBAN GAJI POKOK 144 ASN BPKAD LAMPUNG, SIMULASI BATAS ATAS CAPAI RP9,34 MILIAR SETAHUN

    BEBAN GAJI POKOK 144 ASN BPKAD LAMPUNG, SIMULASI BATAS ATAS CAPAI RP9,34 MILIAR SETAHUN

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 6
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG WAH — Beban gaji aparatur sipil negara (ASN) di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung menjadi salah satu komponen anggaran yang menarik untuk ditelusuri, terutama ketika jumlah pegawai dibandingkan dengan ketentuan gaji pokok PNS yang berlaku. Berdasarkan data yang digunakan dalam analisis ini, jumlah pegawai BPKAD Lampung tercatat 144 […]

  • Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 265
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Rp1 Miliar Dana BOS SMKN 1 Krui untuk Administrasi, Ini Sekolah Kejuruan atau Kantor?

    Rp1 Miliar Dana BOS SMKN 1 Krui untuk Administrasi, Ini Sekolah Kejuruan atau Kantor?

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 13
    • 0Komentar

    PESISIR BARAT, LAMPUNG WAH — Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler Tahun Anggaran 2025 di SMK Negeri 1 Krui, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi sorotan. Dari total anggaran sebesar Rp1,981 miliar, lebih dari separuhnya dialokasikan untuk pos administrasi kegiatan sekolah, sementara data kondisi ruang kelas dan perbedaan jumlah peserta didik dalam dokumen administrasi turut memunculkan […]

  • BPK Temukan Rp1,79 Miliar di 25 Paket Dinas PU Bandar Lampung Bermasalah

    BPK Temukan Rp1,79 Miliar di 25 Paket Dinas PU Bandar Lampung Bermasalah

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Lampung Wah — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Lampung menemukan persoalan dalam pelaksanaan 25 paket pekerjaan Belanja Tidak Terduga (BTT) pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung. Nilai kelebihan pembayaran yang ditemukan BPK mencapai Rp1.794.702.264,16. Temuan tersebut berasal dari pemeriksaan terhadap pekerjaan yang berkaitan dengan penanganan tanggap darurat bencana banjir. BPK […]

  • Thomas Amirico Lantik 98 Kepala Sekolah di Lampung, Dorong Pemimpin Sekolah Berani Berinovasi dan Segera Berbenah

    Thomas Amirico Lantik 98 Kepala Sekolah di Lampung, Dorong Pemimpin Sekolah Berani Berinovasi dan Segera Berbenah

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 7
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG WAH — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung resmi melakukan penataan kepemimpinan satuan pendidikan dengan melantik 98 kepala sekolah SMA, SMK dan SLB se-Provinsi Lampung.Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Disdikbud Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Jumat (11/9/2026), dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H. […]

expand_less