LAMPUNG SELATAN, LAMPUNG WAH — Upaya meningkatkan mutu akademik peserta didik terus dilakukan SMA Negeri 1 Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Di bawah kepemimpinan Emidarti, S.Pd., M.Pd., sekolah tersebut melaksanakan implementasi D-SMART (Data Standarisasi Mutu Akademik Regional Terpadu) pada Senin, 14 September 2026.
Kegiatan D-SMART tersebut difokuskan pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Pelaksanaannya berlangsung di ruang-ruang kelas dengan melibatkan para siswa yang mengikuti kegiatan secara tertib dan serius.
Bagi SMAN 1 Penengahan, pelaksanaan D-SMART bukan sekadar kegiatan mengerjakan soal. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pemetaan kemampuan akademik siswa sehingga sekolah memiliki gambaran yang lebih terukur mengenai kemampuan peserta didik.
Hal tersebut penting karena kemampuan literasi dan numerasi merupakan bagian mendasar dalam proses pendidikan. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, serta merefleksikan informasi. Sementara numerasi berkaitan dengan kemampuan menggunakan konsep dan penalaran matematika untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan.
Karena itu, data hasil pemetaan dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk melihat kompetensi mana yang sudah dikuasai siswa dan bagian mana yang masih membutuhkan penguatan.
Emidarti dan Penguatan Mutu Berbasis Data
Sebagai kepala sekolah, Emidarti memiliki posisi penting dalam memastikan kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan evaluasi.
Data yang diperoleh dari kegiatan akademik semestinya dapat dibaca sebagai bahan untuk menentukan langkah berikutnya. Dari sana, sekolah dapat melihat kebutuhan peserta didik, sementara guru dapat menjadikannya sebagai salah satu bahan untuk mengevaluasi proses pembelajaran.
Dengan pendekatan tersebut, keberadaan D-SMART menjadi lebih dari sekadar instrumen evaluasi. Data yang dihasilkan dapat menjadi pijakan dalam membangun pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.
Inilah yang membuat implementasi D-SMART memiliki arti penting bagi satuan pendidikan.
Sekolah tidak hanya dituntut melaksanakan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga harus mampu mengetahui sejauh mana proses tersebut memberikan hasil bagi peserta didik.
Literasi dan Numerasi Jadi Perhatian
Pelaksanaan D-SMART di SMAN 1 Penengahan juga menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi menjadi perhatian dalam penguatan mutu akademik.
Literasi dan numerasi tidak hanya dibutuhkan ketika siswa mengikuti ujian. Keduanya merupakan kemampuan yang digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari memahami informasi, mengambil kesimpulan, membaca data, menghitung, membandingkan, hingga memecahkan persoalan.
Karena itu, pemetaan kemampuan siswa menjadi penting bagi sekolah.Ketika hasil pemetaan telah diperoleh, sekolah dapat memiliki bahan yang lebih konkret untuk melakukan evaluasi. Guru dapat melihat kemampuan siswa secara lebih terarah, sedangkan pihak sekolah dapat menyusun langkah penguatan pembelajaran berdasarkan kebutuhan yang ditemukan.Di sinilah keberadaan kepala sekolah menjadi penting.
Kepemimpinan sekolah bukan hanya memastikan kegiatan berjalan sesuai jadwal, tetapi juga memastikan setiap program memiliki manfaat terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Bukan Berhenti di Hari Pelaksanaan
Implementasi D-SMART di SMAN 1 Penengahan pada 14 September 2026 pada akhirnya bukan menjadi titik akhir.Justru setelah kegiatan tersebut selesai, terdapat pekerjaan yang lebih penting, yakni bagaimana hasil pemetaan kemampuan siswa dapat dimanfaatkan.
Apabila ditemukan kompetensi yang masih lemah, informasi tersebut dapat menjadi bahan bagi guru dan sekolah untuk melakukan penguatan. Sebaliknya, kemampuan yang telah baik dapat terus dikembangkan agar peserta didik memiliki bekal akademik yang semakin kuat.
Dengan pola tersebut, kegiatan evaluasi tidak berhenti sebagai dokumentasi sekolah, tetapi dapat menjadi bagian dari siklus peningkatan mutu.
Pemetaan, evaluasi, perbaikan, dan penguatan pembelajaran menjadi rangkaian yang saling berkaitan.
Bagi Emidarti, S.Pd., M.Pd., implementasi D-SMART di SMAN 1 Penengahan menjadi salah satu momentum untuk memperkuat budaya akademik yang lebih terukur.Sebab, peningkatan mutu sekolah pada akhirnya tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan sekolah membaca hasil kegiatan tersebut dan menggunakannya untuk memperbaiki proses pendidikan.
D-SMART telah dilaksanakan di SMAN 1 Penengahan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana data yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat pembelajaran dan meningkatkan kemampuan literasi serta numerasi peserta didik. Di titik inilah kepemimpinan Emidarti dan kerja bersama para guru akan menjadi bagian penting dalam menentukan tindak lanjut program tersebut.
Lampung Wah – Suara Anda Berita Kami




















