Bandar Lampung, Lampung Wah – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Sedikitnya 29 paket pekerjaan jalan mulai dikerjakan sebagai bagian dari program peningkatan kualitas konektivitas antardaerah di Provinsi Lampung.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Muhammad Taufiqullah, S.T., M.T., mengatakan pembangunan infrastruktur jalan tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, pekerjaan yang dilaksanakan mencakup pelebaran jalan menuju standar, preservasi, rehabilitasi, hingga rekonstruksi jalan di sejumlah ruas strategis.
“Program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan demi memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Muhammad Taufiqullah.
Ia menjelaskan, proyek peningkatan jalan tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Di wilayah Bandar Lampung dan Pesawaran misalnya, dilakukan pelebaran jalan menuju standar pada ruas R.E Martadinata serta ruas Lempasing–Padang Cermin dengan total penanganan sekitar 5,70 kilometer. Ruas tersebut dinilai penting karena menjadi akses utama menuju kawasan wisata.
Sementara di wilayah Pesawaran dan Pringsewu, pemerintah melaksanakan rekonstruksi dan rehabilitasi jalan sepanjang kurang lebih 5,13 kilometer pada ruas strategis seperti Branti–Gedong Tataan hingga Pringsewu–Pardasuka.
“Perbaikan ruas jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna jalan sekaligus memperlancar konektivitas antarwilayah,” katanya.
Kemudian untuk wilayah Lampung Selatan dan Lampung Tengah, pekerjaan difokuskan pada pelebaran penambahan lajur hingga preservasi jalan dengan total penanganan mencapai sekitar 39,10 kilometer. Beberapa ruas utama yang menjadi prioritas antara lain Korpri–Purwanti, Bandar Jaya–Simpang Mandala, serta Kalirejo–Bangunrejo.
Sedangkan di wilayah Way Kanan dan Tanggamus, preservasi dan rekonstruksi jalan dilakukan sepanjang sekitar 23,62 kilometer, termasuk pada akses menuju kawasan perbatasan dan jalur wisata seperti Kasui–Air Ringkih hingga akses menuju Teluk Kiluan.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga melaksanakan preservasi dan rekonstruksi jalan di wilayah Lampung Barat, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat dengan total penanganan sekitar 20,37 kilometer guna memperkuat konektivitas kawasan produksi dan distribusi hasil pertanian maupun perkebunan.
Muhammad Taufiqullah menegaskan, secara keseluruhan proyek tersebut mencakup lebih dari 90 kilometer peningkatan kualitas jalan di Provinsi Lampung.
Ia berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari mempercepat arus distribusi barang dan jasa, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, hingga memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Lampung.
“Kami berharap masyarakat dapat ikut mendukung pelaksanaan pekerjaan ini agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan manfaatnya dapat segera dirasakan bersama,” pungkasnya.
(RED)



















