Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPendidikanPesawaranPringsewuTanggamus

Kacabdin Rodi Hayani Samsun Dorong Perpustakaan Sekolah Jadi Pusat Ekosistem Literasi di Wilayah II Lampung

8
×

Kacabdin Rodi Hayani Samsun Dorong Perpustakaan Sekolah Jadi Pusat Ekosistem Literasi di Wilayah II Lampung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LAMPUNG WAH | PRINGSEWU — Upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah terus dilakukan Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah II Provinsi Lampung. Salah satunya melalui Workshop Membangun Ekosistem Literasi Holistik melalui Perpustakaan Sekolah yang Inovatif dan Edukatif yang digelar bagi para kepala perpustakaan SMA dan SMK Negeri se-Wilayah II.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah II Provinsi Lampung, Rodi Hayani Samsun, S.H., M.IP., dalam mendorong sekolah agar tidak lagi memandang perpustakaan sebatas ruangan penyimpanan buku, tetapi menjadikannya sebagai bagian penting dari proses pembelajaran.Workshop tersebut berlangsung di SMAN 1 Pringsewu dan menghadirkan Dr. Eni Amaliah, S.S., S.Ag., M.Ag., Ketua Forum Literasi Lampung, sebagai narasumber.

Example 300x600

Rodi: Perpustakaan Harus Menjadi Ruang Belajar yang Hidup

Bagi Rodi Hayani Samsun, penguatan literasi tidak cukup dilakukan dengan sekadar menambah koleksi buku. Perpustakaan sekolah harus mampu berkembang menjadi ruang yang mendukung peserta didik untuk membaca, mencari informasi, berdiskusi, mengembangkan kreativitas hingga membangun kemampuan berpikir kritis.

Pandangan tersebut sejalan dengan arah kebijakan literasi Pemerintah Provinsi Lampung yang menempatkan literasi sebagai salah satu bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.Pemerintah Provinsi Lampung pada 2026 juga terus mendorong transformasi perpustakaan agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi menjadi ruang edukasi, rekreasi, berbagi pengetahuan dan pengembangan kreativitas masyarakat.

Dengan demikian, workshop yang digerakkan Cabdin Wilayah II memiliki konteks yang lebih luas. Penguatan kapasitas kepala perpustakaan di sekolah diharapkan mampu menghasilkan perubahan nyata dalam cara sekolah membangun budaya membaca dan belajar.

Kacabdin Wilayah II Tak Hanya Fokus pada Kegiatan Seremonial

Langkah Rodi dalam mendorong literasi tersebut juga terlihat dari pola kerja Cabdin Wilayah II dalam sejumlah program pendidikan lainnya.Sebelumnya, Rodi juga aktif mengawal pelaksanaan berbagai program di wilayah kerjanya, termasuk penguatan pembelajaran berbasis teknologi, persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, hingga pengawasan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Pada persiapan TKA 2026, misalnya, Cabdin Wilayah II tidak berhenti pada menerima arahan dari tingkat provinsi. Arahan tersebut kemudian diteruskan ke sekolah melalui kegiatan bedah kerangka dan isi TKA di SMAN 1 Gadingrejo.Wilayah kerja Cabdin Pendidikan Wilayah II sendiri mencakup Kabupaten Pringsewu, Pesawaran dan Tanggamus.

Karena itu, posisi Kacabdin menjadi strategis sebagai penghubung antara kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dengan kebutuhan sekolah di tiga kabupaten tersebut.Literasi Holistik Jadi Tantangan SekolahPenguatan literasi sekolah menjadi semakin penting di tengah perubahan pola konsumsi informasi generasi muda.

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri dalam agenda Festival Literasi Lampung 2026 menyoroti tantangan era digital, termasuk derasnya arus informasi dan pengaruh konten digital terhadap kemampuan anak dalam menerima serta memilah informasi. Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem literasi.

Karena itu, perpustakaan sekolah dapat mengambil peran strategis. Bukan hanya menyediakan buku, tetapi juga menjadi ruang yang membantu siswa menemukan sumber informasi yang kredibel, membangun kebiasaan membaca dan mengembangkan kemampuan memahami informasi secara kritis.

Arah tersebut juga sejalan dengan regulasi daerah mengenai peningkatan budaya literasi di Lampung yang menempatkan gerakan literasi sekolah sebagai bagian dari kegiatan kurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler serta mendorong pemberdayaan perpustakaan sebagai sumber belajar.

Rodi dan Tantangan Membawa Literasi ke Sekolah

Di titik inilah peran Rodi Hayani Samsun sebagai Kacabdin Wilayah II menjadi penting.Tantangannya bukan sekadar menyelenggarakan workshop, melainkan memastikan pengetahuan yang diperoleh para kepala perpustakaan benar-benar diterapkan di sekolah masing-masing.

Jika perpustakaan mampu diubah menjadi ruang belajar yang aktif, inovatif dan edukatif, maka keberadaannya dapat memberikan dampak lebih besar terhadap proses pembelajaran.Sebaliknya, jika kegiatan hanya berhenti pada forum pelatihan dan dokumentasi, tujuan membangun ekosistem literasi tentu belum sepenuhnya tercapai.

Karena itu, pekerjaan berikutnya bagi Cabdin Wilayah II adalah memastikan adanya tindak lanjut, pendampingan, inovasi pengelolaan perpustakaan serta pertukaran praktik baik antar-SMA dan SMK di Pringsewu, Pesawaran dan Tanggamus.Langkah tersebut akan menjadi ukuran penting sejauh mana gagasan membangun ekosistem literasi holistik benar-benar tumbuh di sekolah.

Bagi Rodi Hayani Samsun, penguatan pendidikan di wilayah II bukan hanya tentang mengejar capaian akademik. Literasi, numerasi, kemampuan berpikir kritis, kreativitas dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membentuk peserta didik yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Dengan pendekatan tersebut, perpustakaan sekolah diharapkan tidak lagi menjadi fasilitas yang sekadar ada, melainkan benar-benar hidup, dimanfaatkan dan menjadi salah satu pusat pembelajaran bagi peserta didik di wilayah kerja Cabdin Pendidikan Wilayah II Lampung.

Lampung Wah — Suara Anda, Berita Kami.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *