LAMPUNG WAH | BANDAR LAMPUNG — Penguatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun gedung dan melengkapi fasilitas sekolah. Pengembangan potensi peserta didik serta pembentukan karakter juga menjadi bagian penting yang harus berjalan beriringan.Hal tersebut terlihat dalam rangkaian kegiatan di SMAN 13 Bandar Lampung, Kamis (20/8/2026).
Selain melaksanakan asesmen MBTI D’SMART bagi peserta didik kelas X dan XII, sekolah tersebut juga mendapat kunjungan langsung dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Lampung, Risna Intiza, S.H., M.H.Kunjungan Kacabdin Wilayah I tersebut menjadi perhatian utama dalam agenda sekolah.
Didampingi Kepala SMAN 13 Bandar Lampung, Drs. Agus Nardi, M.M., Risna meninjau secara langsung proses revitalisasi sarana dan prasarana sekolah.Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan proses revitalisasi dapat memberikan dukungan terhadap terciptanya lingkungan belajar yang semakin aman, nyaman, modern, dan representatif bagi peserta didik.
Bagi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, pembangunan fasilitas pendidikan bukan sekadar persoalan fisik. Infrastruktur sekolah harus mampu menunjang proses pembelajaran dan menciptakan ruang pendidikan yang mendukung perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.
Revitalisasi Harus Berdampak pada Kualitas Pendidikan
Kehadiran Kacabdin Wilayah I di SMAN 13 Bandar Lampung juga menunjukkan pentingnya pengawasan dan pendampingan terhadap perkembangan satuan pendidikan di wilayah kerjanya.Revitalisasi sekolah diharapkan tidak berhenti pada perubahan tampilan bangunan.
Fasilitas yang semakin baik harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan pengalaman pendidikan yang lebih baik bagi siswa.Pesan tersebut juga sejalan dengan kegiatan asesmen MBTI D’SMART yang dilaksanakan pada hari yang sama.
Melalui asesmen tersebut, peserta didik diarahkan untuk lebih mengenali potensi diri, karakter kepribadian, gaya belajar, hingga kecenderungan minat yang dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan studi maupun perencanaan karier di masa mendatang.
Dengan demikian, pembangunan sekolah dan pengembangan peserta didik ditempatkan dalam satu garis yang sama: membangun lingkungan pendidikan sekaligus menyiapkan manusianya.
Kacabdin: Kenali Potensi Diri, Manfaatkan Fasilitas SekolahDalam kesempatan tersebut, Risna Intiza menekankan bahwa fasilitas pendidikan yang semakin memadai harus dibarengi dengan peningkatan kualitas karakter para penggunanya.
“Pembangunan fisik sekolah yang semakin memadai harus sejalan dengan pembangunan karakter penghuninya,” menjadi pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.Menurutnya, keberadaan fasilitas yang baik harus menjadi motivasi bagi siswa untuk semakin giat belajar, meningkatkan kedisiplinan serta menjunjung tinggi nilai kejujuran.
Pesan itu menjadi relevan dengan pelaksanaan asesmen MBTI. Siswa tidak hanya dituntut untuk belajar secara akademik, tetapi juga perlu memahami siapa dirinya, mengenali potensi yang dimiliki dan mulai memikirkan arah masa depan.“Kenali potensi dirimu, manfaatkan fasilitas yang ada, dan jadilah generasi unggul pembangun bangsa,” menjadi semangat yang ditekankan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Dorongan untuk SMAN 13 Bandar LampungKunjungan Kacabdin Wilayah I sekaligus menjadi momentum bagi SMAN 13 Bandar Lampung untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah.
Dengan revitalisasi yang berjalan dan berbagai program pengembangan peserta didik, sekolah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga mampu melahirkan peserta didik yang berkarakter, disiplin, jujur dan memiliki perencanaan masa depan.
Bagi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Lampung, perhatian terhadap sekolah menjadi bagian dari upaya memastikan program peningkatan mutu pendidikan benar-benar menyentuh satuan pendidikan.
Revitalisasi menghadirkan ruang belajar yang lebih baik. Asesmen membantu siswa mengenali potensi dirinya. Sementara karakter menjadi fondasi agar seluruh fasilitas dan kesempatan tersebut dapat digunakan secara bertanggung jawab.Sarana boleh semakin modern, tetapi kualitas manusia tetap menjadi tujuan utama pendidikan.
(RED LAMPUNG WAH)




















