RP1 MILIAR DIGELONTORKAN! KEPALA SMAN 1 TANJUNG RAYA KAWAL PEMBENAHAN FASILITAS UNTUK 632 SISWA
- account_circle lampungwah99@gmail.com
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MESUJI, LAMPUNG WAH — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Salah satu penerima bantuan tersebut adalah SMA Negeri 1 Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, dengan nilai bantuan mencapai Rp1.004.464.000.
Di bawah kepemimpinan Kepala SMAN 1 Tanjung Raya, Sudomo, S.Pd., M.Pd., program revitalisasi ini diarahkan untuk membenahi sejumlah fasilitas pendidikan yang selama ini menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar dan pelayanan peserta didik.
Berdasarkan data program, sekolah berstatus negeri dengan NPSN 10804196 yang berlokasi di Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, tersebut memiliki 632 siswa.
Adapun progres pembangunan tercatat mencapai 70,78 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa pekerjaan telah berjalan dan masih menyisakan tahapan penyelesaian yang perlu dikawal hingga seluruh target pembangunan terpenuhi.
Empat Komponen Pekerjaan, Mulai Ruang Kelas hingga Ruang Kesehatan
Dengan nilai bantuan lebih dari Rp1 miliar, terdapat empat komponen utama pekerjaan yang menjadi sasaran revitalisasi SMAN 1 Tanjung Raya.
Pertama, rehabilitasi tujuh ruang kelas atau ruang serbaguna dengan tingkat kerusakan minimal sedang, termasuk pengadaan perabotnya. Kedua, rehabilitasi satu ruang laboratorium komputer beserta perabot untuk menunjang kegiatan pembelajaran berbasis teknologi.
Ketiga, rehabilitasi satu ruang Bimbingan Konseling (BK) beserta perabotnya. Keempat, pembangunan satu ruang kesehatan baru yang juga dilengkapi perabot.
Komposisi pekerjaan tersebut memperlihatkan bahwa revitalisasi tidak hanya menyasar ruang pembelajaran utama, tetapi juga fasilitas pendukung yang memiliki fungsi penting dalam menunjang kebutuhan siswa.
Khusus pembangunan ruang kesehatan, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan dasar di lingkungan sekolah sekaligus memberikan ruang penanganan awal ketika peserta didik mengalami gangguan kesehatan selama mengikuti kegiatan pendidikan.
Progres 70,78 Persen, Kualitas Jangan Tertinggal dari Target
Meski progres pembangunan telah mencapai 70,78 persen, angka tersebut bukan satu-satunya indikator keberhasilan program. Dengan nilai bantuan Rp1.004.464.000, kesesuaian antara anggaran, volume pekerjaan, spesifikasi material, dan kualitas hasil pembangunan tetap menjadi aspek yang harus diperhatikan.
Terlebih, pekerjaan mencakup rehabilitasi tujuh ruang kelas, laboratorium komputer, ruang BK, hingga pembangunan ruang kesehatan baru. Masing-masing memiliki kebutuhan teknis berbeda yang harus dipastikan sesuai dengan perencanaan.
Dalam hal ini, kepemimpinan Sudomo, S.Pd., M.Pd. menjadi bagian penting dalam memastikan program revitalisasi berjalan sesuai peruntukannya dan menghasilkan fasilitas yang benar-benar bermanfaat bagi warga sekolah.
Transparansi pelaksanaan juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Dokumentasi perkembangan pekerjaan, kesesuaian volume fisik, hingga pemeriksaan hasil akhir perlu menjadi bagian dari pertanggungjawaban program kepada masyarakat.
Investasi Pendidikan untuk 632 Peserta Didik
Revitalisasi SMAN 1 Tanjung Raya pada dasarnya merupakan investasi jangka panjang bagi dunia pendidikan di Kabupaten Mesuji.
Sebanyak 632 siswa diharapkan dapat merasakan manfaat dari pembenahan fasilitas tersebut, mulai dari ruang kelas yang lebih layak, laboratorium komputer yang mendukung pembelajaran, ruang konseling yang representatif, hingga tersedianya ruang kesehatan.
Masyarakat tentu berharap progres pembangunan yang saat ini tercatat 70,78 persen dapat terus meningkat hingga seluruh pekerjaan rampung dengan hasil berkualitas.
Sebab, keberhasilan revitalisasi sekolah tidak cukup diukur dari terserapnya anggaran atau tingginya persentase progres pembangunan. Lebih dari itu, hasil pekerjaan harus memiliki kualitas, ketahanan, dan manfaat nyata bagi peserta didik.
Pada akhirnya, Rp1 miliar lebih anggaran revitalisasi harus berbanding lurus dengan kualitas fasilitas pendidikan yang dihasilkan. Bangunan boleh diperbarui, tetapi mutu pekerjaan tidak boleh dikompromikan. (RED)
- Penulis: lampungwah99@gmail.com

Saat ini belum ada komentar