Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaMesujiPendidikanTulang Bawang

Assofat Kabir Perkuat Pembinaan Pendidikan Wilayah VII, Inovasi Lampung Didorong Hadir Nyata di Sekolah

14
×

Assofat Kabir Perkuat Pembinaan Pendidikan Wilayah VII, Inovasi Lampung Didorong Hadir Nyata di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TULANG BAWANG, LAMPUNG WAH – Penghargaan detikSumatera Awards 2026 yang diraih Pemerintah Provinsi Lampung dalam kategori Inovasi Pendidikan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana berbagai kebijakan dan terobosan pendidikan pemerintah daerah mampu diterjemahkan hingga ke tingkat satuan pendidikan. Penghargaan tersebut diterima Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026), setelah sejumlah program pendidikan Pemprov Lampung mendapat apresiasi dalam ajang tersebut.

Namun, di balik penghargaan tersebut terdapat pekerjaan besar di tingkat wilayah. Program pendidikan yang dirancang pemerintah provinsi pada akhirnya harus hadir di ruang kelas, dirasakan guru dan tenaga kependidikan, serta memberikan manfaat langsung kepada peserta didik. Salah satu wilayah yang memiliki posisi strategis dalam proses tersebut adalah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Lampung, yang membawahi satuan pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang dan Kabupaten Mesuji. Secara kelembagaan, Wilayah VII berkedudukan di Kabupaten Tulang Bawang dan memiliki cakupan kerja Kabupaten Tulang Bawang serta Kabupaten Mesuji.

Example 300x600

Di wilayah inilah Assofat Kabir, S.Psi., M.M., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Lampung, memiliki peran penting dalam mengawal pelaksanaan kebijakan pendidikan provinsi. Posisi Kacabdin bukan hanya berkaitan dengan urusan administratif, tetapi juga menjadi bagian dari mata rantai koordinasi, pembinaan, pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan pada satuan pendidikan yang berada di wilayah kerjanya.

Bagi Assofat, tantangan pendidikan di Wilayah VII tidak dapat dilihat hanya dari satu sisi. Tulang Bawang dan Mesuji memiliki karakteristik satuan pendidikan serta kondisi wilayah yang beragam. Karena itu, kebijakan pendidikan yang berasal dari tingkat provinsi membutuhkan proses penerjemahan di tingkat sekolah agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan peserta didik, guru, kepala sekolah dan lingkungan pendidikan masing-masing.

Penguatan Pembinaan Sekolah Menjadi Bagian PentingDalam menjalankan fungsi tersebut, keberadaan Cabang Dinas Pendidikan menjadi penting sebagai penghubung antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dengan satuan pendidikan di daerah. Regulasi Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII sebagai unit yang melaksanakan pelayanan pendidikan untuk wilayah Tulang Bawang dan Mesuji, termasuk pelayanan pada jenjang SMA, SMK dan pendidikan khusus.

Artinya, berbagai persoalan yang muncul di sekolah membutuhkan koordinasi dan pembinaan secara berkelanjutan. Mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi guru, manajemen kepala sekolah, pengembangan potensi peserta didik, pendidikan vokasi, pemenuhan kebutuhan sekolah, hingga evaluasi terhadap pelaksanaan program pendidikan.

Dokumentasi kegiatan pendidikan di wilayah tersebut memperlihatkan bahwa fungsi monitoring dan pembinaan sekolah memang menjadi salah satu aktivitas penting Cabang Dinas. Pada kegiatan monitoring di SMKN 1 Penawartama, misalnya, Assofat Kabir tercatat hadir sebagai bagian dari tim monitoring bersama pengawas SMA/SMK.

Sebelumnya, kegiatan peningkatan mutu pendidikan juga dilakukan di SMKN Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang. Pada April 2025, sekolah tersebut melaksanakan observasi dalam rangka uji kompetensi kepala sekolah dengan melibatkan tim dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII.

Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan bahwa penguatan pendidikan tidak hanya berbicara mengenai kebijakan besar, tetapi juga menyangkut bagaimana satuan pendidikan secara langsung dibina dan dievaluasi agar mampu meningkatkan kualitas pengelolaannya.

Tantangan Pendidikan Tidak Berhenti pada AksesPenghargaan yang diterima Pemprov Lampung tidak terlepas dari sejumlah inovasi pendidikan yang dikembangkan pemerintah daerah. Program seperti Kelas Cangkok, SMA Terbuka, Kelas Migran Vokasi, D-SMART, Pendidikan Jarak Jauh dan Lampung Mengajar diarahkan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemprov Lampung juga menjalankan kebijakan dukungan pembiayaan pendidikan bagi SMA, SMK dan SLB negeri melalui BOPD sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan.

Bagi sekolah-sekolah di Wilayah VII, kebijakan tersebut tentu menjadi peluang sekaligus tantangan. Akses pendidikan yang semakin terbuka harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu. Jangan sampai persoalan biaya pendidikan dapat ditekan, tetapi kualitas pembelajaran tidak mengalami peningkatan.

Karena itu, perhatian terhadap guru dan tenaga kependidikan menjadi sangat penting. Guru membutuhkan pembinaan dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan, sementara kepala sekolah membutuhkan penguatan kemampuan kepemimpinan dan manajerial agar mampu mengelola satuan pendidikan secara profesional.

Pada sisi peserta didik, pendidikan juga tidak hanya dituntut menghasilkan nilai akademik. Sekolah perlu memberikan ruang bagi pengembangan karakter, keterampilan, kreativitas dan kesiapan menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan. Hal tersebut menjadi semakin penting bagi SMK yang memiliki orientasi kuat terhadap keterampilan dan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.

Assofat Kabir dan Arah Pendidikan Wilayah VII

Dalam konteks tersebut, Assofat Kabir memiliki posisi strategis untuk memastikan koordinasi antara kebijakan provinsi dan kebutuhan sekolah berjalan secara efektif.

Kacabdin tidak bekerja sendirian, tetapi menjadi bagian dari sistem yang melibatkan pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

Tantangannya adalah bagaimana seluruh unsur tersebut dapat bergerak dalam satu arah. Kebijakan yang baik membutuhkan pelaksanaan yang baik. Program yang bagus membutuhkan pengawasan yang konsisten. Sementara anggaran pendidikan harus bermuara pada peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kepentingan peserta didik.

Di sinilah pentingnya monitoring dan evaluasi. Setiap program yang dilaksanakan sekolah harus dapat dilihat hasilnya, bukan sekadar tercatat sebagai kegiatan. Apakah pembelajaran menjadi lebih baik? Apakah kompetensi guru meningkat? Apakah manajemen sekolah semakin tertata? Apakah peserta didik mendapatkan manfaat? Dan apakah berbagai kebijakan pendidikan benar-benar menyelesaikan persoalan yang dihadapi sekolah?Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam mengukur keberhasilan pendidikan di Wilayah VII.

Tulang Bawang dan Mesuji Memerlukan Pembinaan yang BerkelanjutanWilayah Tulang Bawang dan Mesuji memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, keberadaan satuan pendidikan SMA dan SMK perlu terus diperkuat agar mampu menjadi pusat pengembangan generasi muda di daerah.

Sekolah tidak cukup hanya menjalankan kegiatan belajar mengajar secara rutin. Sekolah harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, kebutuhan dunia kerja, perubahan sosial dan tantangan masa depan. Di sisi lain, sekolah juga harus tetap menjaga tata kelola yang baik, kedisiplinan, transparansi, akuntabilitas serta perlindungan terhadap kepentingan peserta didik.

Dalam kondisi seperti itu, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII mempunyai peran penting untuk menjaga agar sekolah tidak berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi antarsatuan pendidikan, pembinaan kepala sekolah, penguatan guru, monitoring program dan evaluasi capaian pendidikan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Assofat Kabir sebagai Kacabdin memiliki ruang strategis untuk memperkuat fungsi tersebut. Kepemimpinan di tingkat cabang dinas diharapkan mampu menghadirkan pola pembinaan yang responsif terhadap persoalan nyata di lapangan, sekaligus tetap sejalan dengan arah kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.

Penghargaan Harus Menjadi Pemacu bagi terhadap inovasi pendidikan yang sedang dibangun Pemerintah Provinsi Lampung. Sehingga nya, penghargaan tersebut tidak menjadi titik akhir. Justru setelah penghargaan diterima, pekerjaan pemerintah daerah dan jajaran pendidikan semakin besar. Inovasi harus terus dikawal agar tidak berhenti sebagai konsep atau program di atas kertas. Program harus benar-benar berjalan dan memberikan perubahan di sekolah.

Di Wilayah VII, keberhasilan itu nantinya dapat dilihat dari berbagai indikator sederhana tetapi penting: guru yang semakin profesional, kepala sekolah yang semakin kuat dalam tata kelola, pembelajaran yang semakin berkualitas, sekolah yang semakin responsif terhadap kebutuhan siswa, serta peserta didik yang memperoleh kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan.

Karena itu, peran Assofat Kabir, S.Psi., M.M. sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Dengan cakupan wilayah Tulang Bawang dan Mesuji, pekerjaan Kacabdin bukan sekadar memastikan program berjalan, tetapi juga memastikan arah pendidikan di wilayah tersebut terus bergerak menuju peningkatan mutu.

Ukuran yang paling nyata tetap berada di sekolah dan ruang kelas. Ketika guru semakin berkualitas, kepala sekolah semakin profesional, peserta didik mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik dan lulusan memiliki kemampuan menghadapi masa depan, di situlah inovasi pendidikan benar-benar dapat dikatakan berhasil.

Dengan demikian, penghargaan detikSumatera Awards 2026 dapat menjadi energi baru bagi jajaran pendidikan di Wilayah VII untuk terus memperkuat pembinaan dan pelayanan.

Assofat Kabir bersama jajaran Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII memiliki pekerjaan penting untuk memastikan semangat inovasi pendidikan Lampung benar-benar hidup di sekolah-sekolah Tulang Bawang dan Mesuji.Sebab, membangun pendidikan bukan hanya tentang melahirkan program baru, tetapi tentang memastikan setiap kebijakan mampu menghadirkan kesempatan belajar yang lebih baik, guru yang semakin kuat, sekolah yang semakin berkualitas dan generasi muda yang semakin siap menghadapi masa depan.

Lampung Wah — Suara Anda, Berita Kami.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *