Breaking News
Trending Tags
Beranda » Lampung » Bandar Lampung » ISTANA HUKUM MEGAH DI ATAS DERITA ATAP Bocor “ketika rakyat bergelung cemas, Walikota Eva Dwiana gelontorkan Rp 60 miliar untuk kemegahan Korps Adhyaksa”

ISTANA HUKUM MEGAH DI ATAS DERITA ATAP Bocor “ketika rakyat bergelung cemas, Walikota Eva Dwiana gelontorkan Rp 60 miliar untuk kemegahan Korps Adhyaksa”

  • account_circle lampungwah99@gmail.com
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Bandar Lampung, Lampung Wah – Di saat gedung-gedung megah penegak hukum berdiri tegak dengan tata cahaya mewah dan ruang ber-AC, di sudut-sudut Kota Bandar Lampung, ribuan warga masih tidur di bawah atap bocor, bergelung dalam cemas, menanti keajaiban yang tak datang datang. Bagaimana mungkin uang rakyat digelontorkan hingga Rp 60 miliar untuk mempercantik markas korps Adhyaksa, sementara rakyatnya sendiri hidup dalam bayang-bayang pertempuran tempat tinggal?

Berdasarkan penelusuran umum data sistem informasi rencana pengadaan (sirup.inaproc.id), gemerlap gedung mewah bukanlah angan belaka, melainkan fakta rupiah yang nyata dari APBD Kota Bandar Lampung.

Pada anggaran tahun 2025 lalu, Pemkot Bandar Lampung secara mulus mengalirkan dana segar sebesar Rp 15 Miliar khusus untuk paket Pembangunan Gedung Kantor Kejati Provinsi Lampung. Belum cukup memanjakan institusi vertikal tersebut, pada tahun anggaran 2026 ini karena anggaran kembali dibuka lebar-lebar melalui paket kode RUP65752143. Tak tanggung-tanggung, Rp 45 Miliar digelontorkan untuk Pembangunan Gedung Kantor Kejati Lampung Tahap 2. Total akumulasi anggaran dari kantong rakyat Bandar Lampung yang meluncur deras ke institusi vertikal ini mencapai angka fantastis: Rp 60 Miliar.

Pertanyaan besar yang menghujam hati nurani masyarakat: Apakah Kejati Lampung begitu melarat hingga harus disubsidi habis-habisan oleh pemerintah kota, sementara warganya sendiri menjerit dalam kemiskinan perkotaan? Mari letakkan angka Rp 60 miliar rupiah itu di atas meja kenyataan yang pahit.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) membeberkan sebuah fakta yang sangat mencengangkan dan menampar nalar kemanusiaan:Hanya 68,78% rumah tangga di Lampung yang memiliki akses terhadap perumahan layak. Sebanyak 18,01 juta Kepala Keluarga (KK) secara nasional tercatat bermasalah dalam kualitas perumahan pada tahun 2026.

Berdasarkan Statistik Perumahan 2026 yang dirilis BPS bersama Kementerian PKP, terdapat 18,01 juta rumah tangga atau 24,03 persen secara nasional yang menghadapi masalah kualitas perumahan akut.

Mirisnya, dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, ibu kota Bandar Lampung tercatat memiliki persentase rumah miliknya sendiri yang paling rendah, yakni hanya berada di angka 73,07 persen.

Lebih lanjut, sebanyak 9,22 persen hunian di kota ini berstatus sewa atau kontrak—menyimbolkan warga yang harus kreatif keringat tiap bulan demi sepetak atap pelindung kepala.

Sementara itu, 17,71 persen lainnya terpaksa hidup bebas sewa, menumpang di rumah dinas, atau hidup dalam status kepemilikan yang sama sekali tidak pasti.

“Ketika warga Anda pusing memikirkan uang kontrakan yang menunggak dan atap yang hampir roboh di musim hujan, prioritas mana yang sebenarnya sedang dimainkan oleh Walikota Eva Dwiana dengan menyetor Rp 60 miliar untuk gedung megah aparat penegak hukum?”

Jika anggaran masif senilai Rp 60 miliar tersebut dialihkan sepenuhnya untuk penanganan perumahan warga miskin perkotaan di Bandar Lampung, dampaknya tentu akan sangat revolusioner dan menyelamatkan:

Subsidi Perumahan Rakyat: Dengan estimasi subsidi atau pembangunan rumah layak huni sederhana senilai Rp 60 juta per unit, dana tersebut mampu menyelamatkan sekurang-kurangnya 1.000 kepala keluarga (KK) dari cengkeraman kemiskinan ekstrem perumahan.

Keadilan Sosial yang Nyata: Seribu keluarga prasejahtera dapat keluar dari jeratan kontrak bulanan yang terbatas dan akhirnya memiliki aset tetap tempat berteduh secara paksa.

“Anggaran adalah cerminan moral politik seorang pemimpin. Ketika uang rakyat dihamburkan demi kemegahan fisik institusi elit, sementara rakyat jelata berjuang setengah mati mencari sejengkal tanah untuk berteduh dari hujan, di situlah keadilan sosial kehilangan arah kompasnya. Sampai kapan ratapan ini diabaikan, Bu Walikota?”

Redaksi membuka ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi bagi pihak terkait khususnya Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana dan jajaran Pemkot Bandar Lampung, serta pihak Kejati Lampung—atas investigasi laporan alokasi APBD Rp 60 miliar untuk pembangunan gedung Kejati. Langkah ini diambil sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999 demi menjaga objektivitas dan keseimbangan pemberitaan. Tanggapan atau pengiriman dapat dikirimkan melalui email redaksi.

(TIM Red)

  • Penulis: lampungwah99@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala BPPRD Lamsel Mendadak Masuk Angin Saat Ditanya Transparansi

    Kepala BPPRD Lamsel Mendadak Masuk Angin Saat Ditanya Transparansi

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KALAINADA, LAMPUNG WAH — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali mempertontonkan standar ganda birokrasi yang klise namun menjengkelkan. Di satu sisi, instansi pengelola pendapatan daerah begitu beringas dan bersuara lantang menagih pajak hingga ke pelosok-pelosok desa. Namun, ketika meja redaksi dan publik meminta transparansi atas kinerja fiskal yang jebol, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah […]

  • Perkuat Mutu Pendidikan, SMKN 1 Kalianda Asah Kompetensi Guru Lewat In House Training

    Perkuat Mutu Pendidikan, SMKN 1 Kalianda Asah Kompetensi Guru Lewat In House Training

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KALIANDA, LAMPUNG WAH — Peningkatan mutu pendidikan membutuhkan komitmen berkelanjutan, terutama dalam memperkuat kompetensi tenaga pendidik. Menyadari pentingnya peran guru dalam menentukan kualitas pembelajaran, SMK Negeri 1 Kalianda menggelar kegiatan In House Training (IHT) dengan fokus pada peningkatan kompetensi guru dalam implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SMKN 1 Kalianda […]

  • Membongkar Dugaan Pesta Pora Anggaran Siluman di DPRD Tanggamus: Rp 32 Miliar APBD 2024 di Bawah Bayang-Bayang Korupsi

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Membongkar Dugaan Pesta Pora Anggaran Siluman di DPRD Tanggamus: Rp 32 Miliar APBD 2024 di Bawah Bayang-Bayang Korupsi. Investigasi mendalam mengungkap bagaimana APBD 2024 DPRD Tanggamus senilai Rp 32 Miliar diduga sarat penyelewengan. Temukan rincian anggaran media yang fantastis, pelanggaran aturan pengadaan, dan modus “dana sosialisasi” yang berpotensi merugikan negara. LSM Tunas Bangsa desak KPK dan Kejaksaan turun tangan.

  • Bupati Tanggamus Terima Rembuk Pemuda Lampung, Dorong Anak Muda Aktif Berkontribusi

    Bupati Tanggamus Terima Rembuk Pemuda Lampung, Dorong Anak Muda Aktif Berkontribusi

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 3
    • 0Komentar

    TANGGAMUS, LAMPUNG WAH — Pemerintah Kabupaten Tanggamus membuka ruang kolaborasi dengan kalangan muda. Hal itu terlihat saat Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., menerima audiensi Rembuk Pemuda Lampung di Ruang Rapat Kantor Bupati Tanggamus, Jumat (2/10/2026). Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Audiensi membahas sejumlah agenda kepemudaan yang akan digelar di […]

  • HUT ke-81 RI, Eko Didi Armadi: Memaknai Kemerdekaan dari Meja Pemerintahan hingga Kehidupan Masyarakat Tanggamus

    HUT ke-81 RI, Eko Didi Armadi: Memaknai Kemerdekaan dari Meja Pemerintahan hingga Kehidupan Masyarakat Tanggamus

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 3
    • 0Komentar

    TANGGAMUS, LAMPUNG WAH — Kemerdekaan Indonesia memasuki usia ke-81 tahun. Delapan dekade lebih setelah Proklamasi, makna kemerdekaan tidak lagi sebatas terbebas dari penjajahan. Di daerah seperti Kabupaten Tanggamus, kemerdekaan diuji dari pertanyaan yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: apakah pembangunan semakin merata, apakah masyarakat semakin sejahtera, apakah pelayanan pemerintah semakin mudah, dan apakah setiap […]

  • Pemprov dan DPRD Lampung Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026, Pendapatan Turun Rp19,67 Miliar, Belanja Naik Rp74,66 Miliar

    Pemprov dan DPRD Lampung Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026, Pendapatan Turun Rp19,67 Miliar, Belanja Naik Rp74,66 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 4
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, Lampung Wah — Pemerintah Provinsi Lampung bersama DPRD Provinsi Lampung resmi menyepakati Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar dalam […]

expand_less