Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Devi Arminanto Resmi Emban Jabatan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Tantangan Pelayanan Publik Menanti

Devi Arminanto Resmi Emban Jabatan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Tantangan Pelayanan Publik Menanti

  • account_circle lampungwah99@gmail.com
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

LAMPUNG SELATAN, LAMPUNG WAH — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali memperkuat jajaran birokrasi di sektor kesehatan. Devi Arminanto, S.K.M., M.M., resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan.Kepastian tersebut tercantum dalam materi ucapan resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan tertanggal 5 Agustus 2026.

Keluarga besar Dinas Kesehatan Lampung Selatan menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Devi Arminanto sebagai kepala dinas.Pelantikan tersebut sekaligus menandai kembalinya Devi ke posisi definitif di sektor kesehatan setelah sebelumnya menjalani sejumlah penugasan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Devi bukan nama baru dalam jajaran birokrasi kesehatan Lampung Selatan. Ia sebelumnya pernah dipercaya menjabat Kepala Dinas Kesehatan setelah mengikuti Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama pada 2023.Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke sejumlah posisi lainnya. Pada 2025, Devi dipercaya menjabat Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Selatan.

Selanjutnya, pada Februari 2026, ia kembali dipercaya menangani sektor kesehatan setelah menerima Surat Keputusan sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan sekaligus mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Bina Pelayanan Kesehatan.Dengan pengalaman tersebut, amanah sebagai kepala dinas definitif kini datang setelah Devi menjalani proses dan dinamika birokrasi yang cukup panjang di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Tantangan Pelayanan Kesehatan MenantiJabatan Kepala Dinas Kesehatan bukan sekadar posisi administratif. Dinas Kesehatan merupakan perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pelayanan puskesmas, kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pengendalian penyakit, sanitasi, pemenuhan tenaga kesehatan hingga penguatan sistem pelayanan kesehatan.

Pada awal 2026, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menekankan pentingnya pejabat di sektor kesehatan memahami kondisi riil masyarakat dan bekerja dengan hati.Pesan tersebut disampaikan dalam agenda pelantikan pejabat struktural dan kepala puskesmas yang dilakukan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menekankan komitmen “Lamsel Betik” atau Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi dalam pengelolaan pemerintahan dan anggaran.Pesan itu menjadi pekerjaan penting bagi kepemimpinan Devi. Sebab, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas dan tenaga medis, tetapi juga oleh ketepatan kebijakan, distribusi layanan, pengelolaan program serta pengawasan anggaran.

Target Sanitasi dan Desa SehatSalah satu pekerjaan rumah yang masih menjadi perhatian Dinas Kesehatan Lampung Selatan adalah percepatan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).Berdasarkan pemberitaan ANTARA pada 24 Juli 2026, Dinas Kesehatan Lampung Selatan menargetkan 75 persen desa menerapkan STBM sepanjang 2026.

Saat itu, sebanyak 55 desa di 17 kecamatan telah ditetapkan sebagai desa STBM. Percepatan dilakukan melalui pemicuan, pendampingan serta sosialisasi kepada masyarakat.Program STBM mencakup lima pilar, yakni penghentian praktik buang air besar sembarangan, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Target tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor yang kuat, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan hingga masyarakat.Karena itu, kepemimpinan definitif di Dinas Kesehatan diharapkan mampu memastikan program tidak berhenti pada pencapaian angka administratif, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan perilaku dan lingkungan yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Capaian Imunisasi Jadi ModalDi sisi lain, Lampung Selatan juga mencatat capaian positif dalam program percepatan penurunan jumlah anak zero dose atau anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar.Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melaporkan hingga Mei 2026 sebanyak 4.626 anak telah mendapatkan imunisasi kejar dengan capaian mencapai 99,9 persen dari target sasaran.

Lampung Selatan juga disebut menjadi salah satu daerah yang ditunjuk sebagai pilot project nasional dalam upaya percepatan penurunan jumlah anak zero dose.Capaian tersebut menjadi modal penting sekaligus tantangan bagi kepemimpinan Devi ke depan.

Keberhasilan program tidak cukup hanya tercermin dalam angka capaian, tetapi juga harus dipastikan berkelanjutan hingga wilayah terpencil dan kelompok masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses pelayanan kesehatan.Penguatan Puskesmas Harus Menjadi PrioritasSebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar, keberadaan puskesmas menjadi salah satu indikator penting keberhasilan Dinas Kesehatan.

Pada Februari 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyerahkan Surat Perintah Tugas kepada 28 Kepala UPTD Puskesmas sebagai bagian dari penataan organisasi sekaligus penguatan pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Keberadaan 28 UPTD Puskesmas tersebut menempatkan Dinas Kesehatan pada posisi strategis untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar berjalan merata di seluruh wilayah.Tantangannya tidak sederhana. Pemerintah daerah harus memastikan setiap puskesmas memiliki dukungan tenaga kesehatan, ketersediaan obat, peralatan medis, sistem rujukan serta dukungan operasional yang memadai.

Kepala Dinas Kesehatan dituntut tidak hanya mampu mengelola administrasi pemerintahan, tetapi juga membangun koordinasi efektif antara dinas, puskesmas, rumah sakit, pemerintah desa dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.Pengalaman Lapangan Menjadi BekalPengalaman Devi selama menjabat Plt. Kepala Dinas Kesehatan juga menjadi modal dalam menjalankan tugas barunya.Salah satu agenda yang ditangani adalah pelayanan kesehatan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Saat itu, Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan Bakauheni dalam menyiapkan titik pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan pemudik.Devi juga terlibat dalam agenda penanggulangan tuberkulosis (TBC) serta sejumlah program kesehatan berbasis masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan pada Juni 2026 menempatkan penanggulangan TBC sebagai salah satu agenda yang membutuhkan pendekatan lintas sektor. Persoalan TBC tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga berhubungan dengan kondisi sosial, lingkungan serta tempat tinggal masyarakat.

Pengalaman tersebut membuat ekspektasi publik terhadap kepemimpinan Devi semakin besar.Bukan Sekadar Pergantian JabatanPelantikan Devi Arminanto pada akhirnya bukan sekadar pergantian atau pengisian jabatan birokrasi.Kepala Dinas Kesehatan memiliki tanggung jawab besar terhadap kualitas pelayanan dasar masyarakat Lampung Selatan. Kebijakan yang diambil akan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, merata dan berkualitas.

Arah pelayanan kesehatan daerah juga tidak semata berorientasi pada pengobatan. Upaya promotif dan preventif, kesehatan ibu dan anak, pencegahan penyakit, perbaikan gizi serta penguatan fasilitas pelayanan kesehatan harus tetap menjadi bagian penting dalam kebijakan pembangunan kesehatan.Karena itu, publik kini menunggu langkah dan gebrakan Devi Arminanto setelah resmi mengemban amanah tersebut.

Sejumlah indikator akan menjadi ukuran penting kepemimpinannya, mulai dari kualitas pelayanan puskesmas, ketersediaan obat, pemerataan tenaga kesehatan, keberlanjutan program imunisasi, pengendalian TBC dan penyakit berbasis lingkungan hingga transparansi serta ketepatan penggunaan anggaran kesehatan.

Pengalaman Devi sebagai pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menjadi modal untuk melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang dinilai masih membutuhkan penguatan.

Kini tantangannya jelas: bagaimana menjadikan Dinas Kesehatan Lampung Selatan tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat hingga tingkat desa.Sebab, keberhasilan kepemimpinan baru di sektor kesehatan pada akhirnya bukan diukur dari seberapa banyak program yang diluncurkan, melainkan dari seberapa nyata masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, merata, berkualitas dan tepat sasaran.

(RED)

  • Penulis: lampungwah99@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Social Media

    Twitter Memiliki Saingan baru yaitu sebuah Platform yang dibuat oleh Meta

    • calendar_month Rabu, 15 Mar 2023
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Induk facebook, Meta sedang menjajaki pengembangan platform baru yang berdiri sendiri untuk berbagi pembaruan teks, perusahaan mengkonfirmasi kepada CNN pada hari Jumat, dalam apa yang dapat menandai pesaing baru fading terkenal untuk menghadapi Twitter karena terputus-putus di bawah Elon Musk. “Kami percaya ada peluang untuk ruang terpisah di mana pencipta dan tokoh masyarakat dapat berbagi […]

  • DUGAAN KORUPSI DINAS KESEHATAN TANGGAMUS: Proyek Diatur, Anggaran Janggal, Puskesmas Diduga Diperas

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DUGAAN KORUPSI DINAS KESEHATAN TANGGAMUS: Proyek Diatur, Anggaran Janggal, Puskesmas Diduga Diperas. Dugaan korupsi sistematis di Dinas Kesehatan Tanggamus terbongkar. Melibatkan pengaturan lelang proyek DAK, kejanggalan anggaran miliaran, hingga dugaan pungli yang menyasar 24 Puskesmas. Nama Kepala Dinas Taufik Hidayat menjadi sorotan utama.

  • UIN RADEN INTAN: RP 9,82 MILIAR CUMA UNTUK SEWA KOMPUTER

    UIN RADEN INTAN: RP 9,82 MILIAR CUMA UNTUK SEWA KOMPUTER

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 3
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPING, LAMPUNG WAH – Gokil. Gue baca berita UIN Raden Intan Lampung bukannya sedih, tapi malah pengin apply jadi vendor komputer di sana. Anggarannya ugal-ugalan! Total pengadaan kampus mencapai Rp 22,9 miliar, dan Rp 9,82 miliar melayang cuma buat sewa komputer dan laptop. Ini kampus atau studio visual effects Hollywood? Yang paling juara itu […]

  • War Ukraina Rusia

    AS menyalahkan Rusia atas jatuhnya pesawat tak berawak di Laut Hitam, Moskow menyangkal

    • calendar_month Rabu, 15 Mar 2023
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Pentagon menyalahkan spurt tempur Rusia atas jatuhnya pesawat mata-mata AS ke Laut Hitam pada Selasa, sementara Moskow membantah adanya tabrakan karena pertemuan itu menunjukkan meningkatnya risiko konfrontasi langsung antara Rusia dan Amerika Serikat karena perang Ukraina. Dua spurt Su- 27 Rusia melakukan apa yang oleh militer AS digambarkan sebagai pencegatan sembrono terhadap drone MQ- 9″ […]

  • Misteri Rp5,5 Miliar BPKAD Lampung: 864 Honorer & 35.000 Pekerja Rentan Masuk Anggaran

    Misteri Rp5,5 Miliar BPKAD Lampung: 864 Honorer & 35.000 Pekerja Rentan Masuk Anggaran

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 2
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, LAMPAUNG WAH — Di balik megahnya angka pengelolaan keuangan daerah, sebuah teka-teki anggaran yang memancing tanda tanya besar tersimpan rapat di dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung Tahun 2026.Di saat publik sibuk menyoroti gelimang fasilitas aparatur, terselip pos Belanja Barang dan Jasa senilai Rp5.584.451.200,00. Dari […]

  • Penelitian Proyek Lampung Selatan: Analisis Mendalam Korupsi Sistemik, Jaringan Kekuasaan, dan Proyek Infrastruktur Bermasalah

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Penelitian Proyek Lampung Selatan: Analisis Mendalam Korupsi Sistemik, Jaringan Kekuasaan, dan Proyek Infrastruktur Bermasalah. Artikel ini adalah sebuah laporan investigasi mendalam yang membongkar dugaan korupsi sistemik di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan. Berawal dari temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2023 yang mengungkap kelebihan bayar sebesar Rp2,78 miliar pada 11 proyek infrastruktur, investigasi ini menelusuri jejak masalah hingga ke akar sejarahnya, membandingkan pola yang terjadi saat ini dengan skandal korupsi masif era Bupati Zainudin Hasan. Laporan ini juga menyoroti peran kontroversial Kepala Dinas PUPR saat ini, Hasbie Azka, keluhan monopoli proyek dari kontraktor lokal, serta menganalisis munculnya jaringan kekuasaan baru melalui dinasti politik-bisnis keluarga Djausal, yang puncaknya adalah terpilihnya Rahmat Mirzani Djausal sebagai Gubernur Lampung. Secara keseluruhan, artikel ini memetakan “gurita proyek” yang melibatkan simbiosis antara birokrat, politisi, dan pengusaha, yang mengorbankan kualitas infrastruktur dan merugikan keuangan negara.

expand_less