Disdikbud Lampung Dorong Pendidikan Makin Berbasis Data, Monitoring D-SMART Sasar Tiga SMA di Bandar Lampung
- account_circle lampungwah99@gmail.com
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG WAH — Pendidikan di era digital bukan lagi sekadar soal penggunaan teknologi. Lebih jauh, teknologi mulai dimanfaatkan untuk membaca kemampuan peserta didik melalui data yang bisa menjadi bahan penguatan proses pembelajaran.
Arah tersebut terlihat dalam pelaksanaan monitoring program D-SMART oleh Tim Monitoring UPTD Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi (BTIK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung di tiga SMA di Kota Bandar Lampung.Tiga sekolah yang menjadi sasaran monitoring yakni SMA Negeri 10 Bandar Lampung, SMA Negeri 1 Bandar Lampung dan SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pemantauan implementasi D-SMART di tingkat satuan pendidikan. Tim turun langsung untuk melihat pelaksanaan program sekaligus berkoordinasi dengan pihak sekolah.
D-SMART merupakan program berbasis digital yang dikembangkan untuk mendukung pemetaan mutu pendidikan di Provinsi Lampung. Platform ini mencakup pemetaan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, persiapan akademik, hingga persiapan peserta didik kelas XII menuju perguruan tinggi.
Lewat sistem tersebut, proses evaluasi tidak berhenti pada kegiatan siswa mengerjakan asesmen menggunakan perangkat digital. Hasil yang diperoleh dapat menjadi bahan untuk melihat kemampuan peserta didik secara lebih terukur.
Bukan Sekadar AplikasiDi lapangan, penerapan teknologi dalam pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar sistem yang berjalan.Data yang dihasilkan harus bisa dibaca dan dimanfaatkan untuk mengetahui kemampuan siswa, termasuk bagian yang masih membutuhkan penguatan.
Karena itu, monitoring menjadi bagian penting dalam pelaksanaan D-SMART.Tim UPTD BTIK Disdikbud Lampung melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan sekaligus melihat bagaimana program diterapkan oleh sekolah.
Pendekatan tersebut membuat D-SMART tidak hanya diposisikan sebagai aktivitas asesmen, tetapi sebagai bagian dari proses pemetaan kondisi pendidikan.Pada pelaksanaan literasi dan numerasi, peserta didik diarahkan untuk memahami informasi, melakukan penalaran, mengolah data hingga menyelesaikan persoalan secara sistematis.
Dari proses tersebut, sekolah memiliki bahan tambahan untuk melihat perkembangan kemampuan akademik peserta didik.
Thomas Amirico dan Penguatan Pendidikan Berbasis Teknologi
Penguatan pemanfaatan teknologi pendidikan menjadi bagian dari arah kebijakan Disdikbud Provinsi Lampung di bawah Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico, S.STP., M.H.Pemanfaatan data dalam pendidikan menjadi semakin relevan ketika sekolah dan pemerintah daerah membutuhkan gambaran yang lebih terukur mengenai kondisi peserta didik.
Melalui hasil evaluasi, sekolah dapat memperoleh informasi mengenai kemampuan literasi, numerasi maupun kesiapan akademik siswa.Sementara di tingkat pemerintah daerah, data tersebut dapat menjadi salah satu bahan dalam membaca kondisi mutu pendidikan dan menyusun langkah penguatan pembelajaran.
D-SMART Provinsi Lampung sendiri diarahkan untuk mendukung pemetaan literasi, numerasi, persiapan pra-kampus serta survei karakter.Sistem tersebut juga dirancang dengan integrasi data peserta didik sehingga hasil evaluasi dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari analisis pemetaan mutu pendidikan.
Dari Data, Membaca Kebutuhan SiswaKonsep pendidikan berbasis data pada dasarnya bukan sekadar mengubah aktivitas dari kertas menjadi layar.Yang lebih penting adalah bagaimana data yang terkumpul bisa memberikan gambaran mengenai kebutuhan peserta didik.
Dengan pemetaan tersebut, sekolah dapat mengetahui area yang sudah berkembang maupun kemampuan yang masih perlu diperkuat.Pendekatan serupa juga diterapkan dalam sejumlah pelaksanaan D-SMART di satuan pendidikan Lampung, termasuk di SMKN 1 Bandar Lampung yang memanfaatkan program tersebut untuk memetakan potensi akademik siswa sekaligus mengidentifikasi area yang masih perlu ditingkatkan.
Artinya, proses asesmen digital merupakan bagian awal dari rangkaian yang lebih besar.Setelah data diperoleh, tantangan berikutnya adalah bagaimana data tersebut dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran.
Tiga SMA Jadi Bagian dari MonitoringMonitoring di SMA Negeri 10 Bandar Lampung, SMA Negeri 1 Bandar Lampung dan SMA Negeri 2 Bandar Lampung menjadi bagian dari upaya memastikan implementasi D-SMART berjalan secara konsisten di tingkat satuan pendidikan.
Kehadiran tim monitoring di sekolah juga menjadi ruang koordinasi antara pelaksana program dengan satuan pendidikan.Melalui monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, pelaksanaan D-SMART dapat terus diperbaiki sesuai kebutuhan di lapangan.
Dengan demikian, digitalisasi pendidikan tidak berhenti pada penggunaan platform atau perangkat teknologi.Data yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi informasi yang membantu sekolah membaca kebutuhan peserta didik secara lebih dini.
Pada saat yang sama, pemerintah daerah memiliki tambahan bahan informasi untuk melihat perkembangan mutu pendidikan di wilayah Lampung.Pada akhirnya, D-SMART diarahkan bukan hanya untuk membuat pendidikan semakin digital, tetapi juga untuk membuat proses pemetaan kebutuhan siswa menjadi semakin terukur.Dari teknologi, lahir data.
Dari data, sekolah membaca kebutuhan. Dan dari sana, penguatan mutu pendidikan dapat dirancang dengan pijakan yang lebih jelas. Lampung Wah – Suara Anda Berita Kami
- Penulis: lampungwah99@gmail.com

Saat ini belum ada komentar