Wirahadikusuma : Dari Wartawan Hingga Menuju Periode Kedua PWI Lampung
- account_circle lampungwah99@gmail.com
- calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG WAH — Perjalanan seorang wartawan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak berita yang ditulis, tetapi juga oleh proses panjang dalam membangun kompetensi, memahami etika jurnalistik, serta menjaga tanggung jawab profesi. Perjalanan itulah yang mewarnai karier Wirahadikusumah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung yang kini kembali bersiap mengikuti kontestasi kepemimpinan organisasi untuk periode 2026–2031.
Sebelum dikenal sebagai Ketua PWI Lampung, Wira, sapaan akrabnya, telah melewati berbagai jenjang dalam dunia jurnalistik. Ia memulai karier sebagai wartawan desk kriminal di Surat Kabar Harian Radar Lampung pada Mei 2008.
Dari ruang redaksi yang bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan hukum dan kriminalitas, Wira membangun pengalaman jurnalistik yang kemudian membawanya memasuki jenjang profesional dan struktural di dunia pers.
Menempuh Pendidikan Jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan
Pada 2009, Wira bergabung dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung sebagai anggota muda. Dua tahun kemudian, ia mengikuti Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI), program pendidikan jurnalistik yang diselenggarakan PWI.
Pendidikan tersebut berlangsung selama satu pekan dengan menghadirkan sejumlah tokoh pers, di antaranya Marah Sakti Siregar, Uni Lubis, dan Hendry Ch Bangun.
Setelah mengikuti SJI, pada 2011 Wira menempuh Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang wartawan muda. Setelah dinyatakan lulus, ia berstatus sebagai anggota biasa PWI dan dipercaya masuk dalam kepengurusan PWI Lampung periode 2011–2016 pada bidang advokasi dan hukum.
Di tengah aktivitas organisasi, Wira tetap menjalankan tugas jurnalistik di Radar Lampung. Ia kemudian dipercaya menjadi redaktur halaman Metropolis, yang berfokus pada pemberitaan seputar Kota Bandar Lampung.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya di ruang redaksi, mulai dari peliputan lapangan hingga pengelolaan pemberitaan.
Belajar dari Tokoh Pers Nasional
Pengembangan kapasitas jurnalistik Wira berlanjut pada Desember 2014. Ia mengikuti pelatihan di Graha Pena Jakarta yang diasuh langsung oleh Dahlan Iskan, tokoh pers nasional yang dikenal luas melalui kiprahnya di industri media.
Pelatihan selama sepuluh hari itu memberikan pengalaman tersendiri bagi Wira. Dalam kisah yang pernah disampaikannya, ia mengaku sempat menggunakan alasan bahwa Radar Lampung akan mendirikan koran khusus kriminal agar dapat mengikuti pelatihan yang sebenarnya ditujukan bagi calon pemimpin redaksi media dengan spesialisasi pemberitaan tertentu.
Pada 2015, Wira kembali mengikuti pelatihan redaktur di Jawa Pos. Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah pengelola media berpengalaman, di antaranya Leak Kustiya, Nur Wahid, dan Abdurrohim.
Rangkaian pengalaman tersebut mendahului salah satu tonggak penting dalam kariernya. Pada 1 Februari 2016, Wira resmi menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Radar Lampung.
Dalam periode tersebut, ia memilih tidak masuk ke dalam kepengurusan PWI Lampung periode 2016–2021 agar dapat lebih berkonsentrasi pada tanggung jawab keredaksian.
Ia juga mengikuti UKW kategori wartawan utama yang diselenggarakan PWI Lampung bersama PWI Lampung Utara di Kotabumi.
Kariernya di Radar Lampung berlanjut. Pada Juni 2017, ia merangkap jabatan sebagai deputy general manager yang membawahi divisi pemasaran dan redaksi.
Namun, pada Juli 2018, Wira memutuskan meninggalkan media yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya tersebut.
Membangun Rilisid Lampung dan Memperluas Pengalaman
Pada April 2019, Wira bergabung dengan Rilisid Lampung dan dipercaya menjabat sebagai direktur utama.
Pada tahun yang sama, ia kembali aktif dalam kepengurusan PWI Lampung. Dalam penyegaran organisasi tersebut, ia diamanahkan sebagai wakil ketua bidang pendidikan.
Pengalaman jurnalistiknya juga membawanya menjalin hubungan profesional dengan Dahlan Iskan melalui Disway. Pada Agustus 2019, ia mendapat tawaran untuk terlibat dalam pengembangan Harian Disway.
Sambil menunggu persiapan penerbitan koran tersebut, Wira menulis untuk rubrik Disway Viral di disway.id hingga Desember 2019.
Dalam penuturannya, kesempatan itu menjadi sarana untuk terus belajar jurnalistik melalui interaksi langsung dengan Dahlan Iskan.
Di lingkungan PWI Lampung, Wira juga pernah dipercaya menjadi ketua umum pelaksana Pekan Tjindar Boemi pada akhir Desember 2019.
Memasuki Januari 2020, ia memusatkan perhatian pada pengembangan Rilisid Lampung dan pengembangan media tersebut sebagai bagian dari perjalanan profesionalnya.
Dari Pengurus Bidang Pendidikan Menjadi Ketua PWI Lampung
Perjalanan Wira di PWI Lampung memperlihatkan keterlibatannya dalam organisasi yang berjalan berdampingan dengan karier jurnalistiknya.
Berawal sebagai anggota muda pada 2009, ia kemudian mengikuti pendidikan jurnalistik, menempuh uji kompetensi, masuk kepengurusan bidang advokasi dan hukum, hingga kembali aktif sebagai wakil ketua bidang pendidikan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari latar belakangnya sebelum memimpin PWI Lampung.
Kini, sebagai ketua petahana, Wira menghadapi babak baru dalam perjalanan organisasinya. Ia kembali menyatakan kesediaan maju dalam pemilihan Ketua PWI Lampung untuk periode 2026–2031.
Pada Senin, 19 Oktober 2026, Wira mengambil formulir pendaftaran bakal calon ketua di Balai Wartawan H. Solfian Akhmad, Bandar Lampung. Langkah tersebut menandai dimulainya upayanya untuk kembali memperoleh mandat kepemimpinan melalui Konferensi Provinsi PWI Lampung.
Dalam keterangannya yang diberitakan PWI Lampung, Wira menyebut pencalonan tersebut sebagai bentuk komitmen untuk melanjutkan pengabdian sekaligus mengevaluasi dan menyempurnakan pekerjaan organisasi yang belum tuntas.
Ia juga menyoroti tantangan dunia pers yang semakin kompleks, termasuk perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, pengalaman kepengurusan sebelumnya perlu menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat organisasi dan mempersiapkan anggotanya menghadapi perubahan zaman.
Periode Kedua dan Tanggung Jawab Organisasi
Pencalonan kembali seorang ketua petahana membawa konsekuensi berupa pertanggungjawaban atas kepemimpinan sebelumnya. Pengalaman panjang di ruang redaksi dan organisasi merupakan bagian dari rekam jejak, sedangkan evaluasi terhadap pelaksanaan program menjadi bagian penting dalam proses pergantian kepemimpinan.
Wira menyatakan bahwa pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026 akan disampaikan secara transparan dalam forum Konferensi Provinsi PWI Lampung.
Berdasarkan informasi yang disampaikan PWI Lampung pada 19 Oktober 2026, Konferensi Kerja PWI Lampung direncanakan berlangsung pada 30 November 2026, dilanjutkan dengan Konferensi Provinsi pada 1 Desember 2026.
Forum tersebut akan menjadi ruang bagi anggota untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan PWI Lampung untuk periode berikutnya.
Bagi Wira, proses pencalonan kembali bukan sekadar persoalan mempertahankan jabatan. Sebagaimana disampaikan dalam keterangannya, masih terdapat pekerjaan organisasi yang perlu diperbaiki dan dikembangkan.
Pada akhirnya, perjalanan Wirahadikusumah dari wartawan kriminal pada 2008 hingga menjadi Ketua PWI Lampung menunjukkan rentang pengalaman yang panjang di dunia pers. Namun, dalam organisasi profesi, rekam jejak tersebut tetap perlu berjalan beriringan dengan keterbukaan terhadap evaluasi, pertanggungjawaban program, serta komitmen menjaga profesionalisme dan independensi wartawan.
Konferensi Provinsi mendatang akan menjadi momentum bagi anggota PWI Lampung untuk menilai laporan pertanggungjawaban kepengurusan dan menentukan kepemimpinan organisasi untuk periode 2026–2031.
Lampung Wah – Suara Anda Berita Kami
- Penulis: lampungwah99@gmail.com

Saat ini belum ada komentar