Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Bappeda Way Kanan Sinkronkan Program Kemiskinan dengan APBD 2027, Dampaknya bagi Masyarakat Jadi Taruhan

Bappeda Way Kanan Sinkronkan Program Kemiskinan dengan APBD 2027, Dampaknya bagi Masyarakat Jadi Taruhan

  • account_circle lampungwah99@gmail.com
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

WAY KANAN, LAMPUNG WAH — Penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan program bantuan sosial. Diperlukan perencanaan pembangunan yang terarah, penggunaan anggaran yang tepat sasaran, serta koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar setiap rupiah yang dibelanjakan melalui APBD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Di sinilah peran strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Way Kanan dalam menyinkronkan program penanggulangan kemiskinan dengan arah kebijakan APBD Tahun Anggaran 2027.

 

Di bawah kepemimpinan Hendri Syahri, S.T., M.T., selaku Kepala Bappeda Kabupaten Way Kanan, perencanaan pembangunan memiliki tantangan penting, yakni memastikan program yang disusun tidak berhenti pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah dan warga yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan dasar maupun peluang ekonomi.

 

Sinkronisasi tersebut menjadi penting karena kemiskinan memiliki banyak dimensi. Tidak hanya berkaitan dengan pendapatan rumah tangga, tetapi juga akses pendidikan, pelayanan kesehatan, kondisi infrastruktur, kesempatan kerja, hingga kemampuan masyarakat mengembangkan usaha produktif.

 

Karena itu, penanganannya membutuhkan keterpaduan program dari berbagai OPD. Perencanaan yang baik harus mampu mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan program perangkat daerah, sekaligus memastikan dukungan anggarannya dirancang secara terukur dalam APBD 2027.

 

Anggaran Harus Menjawab Kebutuhan Warga

 

Bagi masyarakat, keberhasilan perencanaan pembangunan bukan semata-mata dilihat dari banyaknya program yang tercantum dalam dokumen pemerintah. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana program tersebut mampu mengurangi beban pengeluaran keluarga, membuka kesempatan ekonomi, memperluas akses pelayanan dasar, serta meningkatkan kemandirian masyarakat.

 

Dalam konteks ini, Bappeda memiliki posisi penting untuk menyelaraskan prioritas pembangunan dengan kemampuan fiskal daerah. Program yang menyasar kelompok miskin perlu didukung perencanaan berbasis data, penentuan penerima manfaat yang tepat, serta pembagian peran yang jelas antarlembaga pelaksana.

 

Ketepatan data menjadi salah satu faktor penentu. Tanpa pemetaan yang memadai, program berisiko tidak menjangkau warga yang paling membutuhkan. Sebaliknya, data yang terintegrasi dapat membantu pemerintah menentukan wilayah prioritas, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, dan mengarahkan anggaran pada intervensi yang lebih efektif.

 

Dalam hal ini, kualitas koordinasi dan perencanaan yang dipimpin Hendri Syahri menjadi bagian penting untuk memastikan program penanggulangan kemiskinan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dan memiliki sasaran yang terukur.

 

Mengawal Perencanaan agar Tidak Berhenti di Atas Kertas

 

Peran Bappeda juga penting dalam memastikan program penanggulangan kemiskinan memiliki kesinambungan, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi.

 

Program pemberdayaan ekonomi, misalnya, akan lebih bermakna apabila terhubung dengan pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, serta akses pemasaran. Begitu pula pembangunan infrastruktur dasar perlu diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan rutinitas belanja tahunan.

 

Bagi Kepala Bappeda Way Kanan, Hendri Syahri, S.T., M.T., tantangan perencanaan bukan hanya menyelaraskan usulan OPD, melainkan memastikan setiap prioritas anggaran memiliki hubungan yang jelas dengan kebutuhan warga dan target penanggulangan kemiskinan.

 

Perencanaan yang berkualitas juga perlu disertai keterbukaan mengenai program prioritas, besaran alokasi anggaran, kelompok penerima manfaat, dan indikator keberhasilan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui arah kebijakan pemerintah sekaligus menilai sejauh mana anggaran daerah menjawab kebutuhan mereka.

 

Pendekatan ini penting agar keberhasilan program tidak hanya dinilai dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

 

APBD 2027 Harus Memberi Arti bagi Masyarakat

 

Penyusunan APBD 2027 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk memperkuat kebijakan penanggulangan kemiskinan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada hasil.

 

Bappeda diharapkan memastikan setiap program prioritas memiliki sasaran yang jelas, indikator kinerja yang terukur, serta keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Evaluasi terhadap program sebelumnya juga penting agar kebijakan anggaran berikutnya tidak sekadar mengulang kegiatan, tetapi mampu memperbaiki pendekatan yang belum efektif.

 

Di bawah koordinasi Bappeda, sinkronisasi lintas OPD menjadi salah satu kunci agar anggaran penanggulangan kemiskinan tidak terpecah dalam berbagai kegiatan tanpa keterkaitan yang kuat. Program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur dasar perlu diarahkan untuk saling melengkapi sesuai kewenangan masing-masing.

 

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana atau besarnya anggaran yang dibelanjakan. Ukuran yang lebih mendasar adalah apakah masyarakat memperoleh akses layanan yang lebih baik, memiliki peluang ekonomi yang lebih luas, dan mengalami peningkatan kualitas hidup.

 

Bagi Hendri Syahri, S.T., M.T., dan jajaran Bappeda Way Kanan, tantangan tersebut menempatkan perencanaan sebagai instrumen penting untuk memastikan pembangunan tetap berorientasi pada kepentingan publik.

 

Sebab, APBD yang baik bukan sekadar anggaran yang tersusun rapi di atas kertas, melainkan anggaran yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

 

Dalam penanggulangan kemiskinan, kualitas perencanaan pada akhirnya harus dibuktikan melalui ketepatan sasaran anggaran, pelaksanaan program yang akuntabel, dan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat Way Kanan.

Lampung Wah;- Suara Anda Berita Kami

  • Penulis: lampungwah99@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Double Teaching Mulai Bergerak di Lampung Selatan, Idhamsyah Kawal Pemetaan Guru Lintas Sekolah

    Double Teaching Mulai Bergerak di Lampung Selatan, Idhamsyah Kawal Pemetaan Guru Lintas Sekolah

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 4
    • 0Komentar

    LAMPUNG SELATAN, LAMPUNG WAH — Program Double Teaching mulai bergerak di Kabupaten Lampung Selatan dengan sedikitnya lima SMA masuk dalam pemetaan awal, yakni SMAN 1 Natar, SMAN 2 Natar, SMAN 2 Kalianda, SMAN 1 RAJABASA, SMAN 1 Kalianda dan SMAN 1 Palas. Di tengah pelaksanaan tersebut, Idhamsyah, M.Pd., selaku Ketua MKKS SMA Kabupaten Lampung Selatan, […]

  • Xpander Mitsubishi Mobil

    Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Peningkatan penjualan yang sangat signifikan untuk small MPV PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Deals Indonesia( MMKSI), Xpander sepertinya bakal berpengaruh terhadap model lain pabrikan berlambang tiga berlian ini. Pasalnya, beredar rencana untuk mengejar produksi pesaing Toyota Avanza ini, Pajero Sport bakal kembali berstatus impor alias CBU. Menurut Direktur of Sales & Marketing Division PT MMKSI, […]

  • Rp498,9 Juta Belanja BPPRD Lampung Selatan: 41 Paket Dibuka, Rp165 Juta untuk Jasa Tenaga Kantor

    Rp498,9 Juta Belanja BPPRD Lampung Selatan: 41 Paket Dibuka, Rp165 Juta untuk Jasa Tenaga Kantor

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 3
    • 0Komentar

    LAMPUNG WAH | LAMPUNG SELATAN — Hampir setengah miliar rupiah anggaran APBD tercatat dalam realisasi pengadaan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan Data Realisasi INAPROC yang tersinkron pada 8 Agustus 2026 pukul 03.03 WIB, terdapat 41 paket pengadaan dengan total nilai Rp498.974.418. Seluruhnya tercatat menggunakan metode E-Purchasing […]

  • BERAS MELIMPAH, HARGA MALAH MEROKET, TPID LAMSEL KETIDURAN

    BERAS MELIMPAH, HARGA MALAH MEROKET, TPID LAMSEL KETIDURAN

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Kalianda, Lampung Wah – Kabupaten Lampung Selatan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Provinsi Lampung. Berulang kali diakui pemerintah daerah sendiri bahwa produksi beras di wilayah ini berjalan sangat baik, panen berlimpah, dan stok pangan seharusnya lebih dari cukup untuk kebutuhan warga setempat. Logikanya sederhana: melimpahnya pasokan lokal seharusnya membuat harga beras stabil, […]

  • Membongkar Dugaan Pesta Pora Anggaran Siluman di DPRD Tanggamus: Rp 32 Miliar APBD 2024 di Bawah Bayang-Bayang Korupsi

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Membongkar Dugaan Pesta Pora Anggaran Siluman di DPRD Tanggamus: Rp 32 Miliar APBD 2024 di Bawah Bayang-Bayang Korupsi. Investigasi mendalam mengungkap bagaimana APBD 2024 DPRD Tanggamus senilai Rp 32 Miliar diduga sarat penyelewengan. Temukan rincian anggaran media yang fantastis, pelanggaran aturan pengadaan, dan modus “dana sosialisasi” yang berpotensi merugikan negara. LSM Tunas Bangsa desak KPK dan Kejaksaan turun tangan.

  • Akselerasi Mutu Pendidikan: SMAN 1 Menggala, SMAN 3 Menggala, dan SMAN 1 Banjar Margo, SMAN 1 Banjar Agung Jadi Pilot Project Strategis Program Double Teaching di Tulang Bawang

    Akselerasi Mutu Pendidikan: SMAN 1 Menggala, SMAN 3 Menggala, dan SMAN 1 Banjar Margo, SMAN 1 Banjar Agung Jadi Pilot Project Strategis Program Double Teaching di Tulang Bawang

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 4
    • 0Komentar

    MENGGALA, LAMPUNG WAH — Upaya memperkuat mutu pembelajaran dan kompetensi guru mulai diterapkan melalui Program Double Teaching di Kabupaten Tulang Bawang. Program yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung tersebut melibatkan sejumlah satuan pendidikan sebagai bagian dari langkah kolaboratif untuk memperluas pertukaran pengalaman dan praktik pembelajaran antarsekolah. Di Kabupaten Tulang Bawang, pelaksanaan awal […]

expand_less