Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Sampah Jadi Karya, Karya Jadi Cuan: RECRAFT Antar Siswa SMAN 1 Tulangbawang Tengah Raih Juara 1 YBC

Sampah Jadi Karya, Karya Jadi Cuan: RECRAFT Antar Siswa SMAN 1 Tulangbawang Tengah Raih Juara 1 YBC

  • account_circle lampungwah99@gmail.com
  • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

TULANG BAWANG BARAT, LAMPUNG WAH — Sampah gelas plastik bekas minuman yang selama ini kerap berakhir begitu saja di tempat pembuangan, ternyata bisa memiliki cerita berbeda ketika berada di tangan anak-anak muda kreatif.

Bukan sekadar dikumpulkan untuk didaur ulang, gelas plastik bekas tersebut justru diubah menjadi produk kerajinan yang estetik, fungsional, sekaligus memiliki peluang nilai ekonomi.

Ide kreatif itulah yang membawa tim SMAN 1 Tulangbawang Tengah mencatat prestasi dalam ajang Youth Business Camp (YBC) Season 3 yang diselenggarakan Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya.

Tim yang mengusung produk kreatif bernama RECRAFT tersebut berhasil meraih Juara 1 Kategori Bisnis Bertumbuh.

Pengumuman pemenang berlangsung pada Kamis (17/9/2026), di Aula Rektorat Lantai III Gedung H. Alfian Husin, IIB Darmajaya.

Prestasi itu diraih oleh tiga siswa, yakni Amalia Azizah sebagai ketua tim, bersama Azzahra Nurrahma Azkia dan Yesika Aulia Putri sebagai anggota.

Di balik penghargaan tersebut terdapat sebuah gagasan yang sederhana, tetapi cukup dekat dengan persoalan sehari-hari: bagaimana mengubah limbah plastik yang mudah ditemukan menjadi sesuatu yang memiliki fungsi dan nilai tambah.

Ketika Gelas Plastik Bekas Naik Kelas

RECRAFT hadir dengan konsep mengolah gelas plastik bekas minuman menjadi produk dekorasi rumah.

Salah satu produk yang dikembangkan adalah wadah buah berbahan gelas plastik bekas. Setelah melalui proses pengolahan, produk tersebut dihias dan dililit menggunakan pita kawat hingga menghasilkan tampilan yang lebih menarik dan memiliki fungsi sebagai wadah sekaligus elemen dekorasi.

Bagi tim RECRAFT, proses tersebut bukan sekadar membuat kerajinan.

Ada pesan lingkungan yang ingin dibawa, sekaligus upaya menunjukkan bahwa barang yang selama ini dianggap sebagai sampah masih dapat memiliki kehidupan kedua.

Ketua tim RECRAFT, Amalia Azizah, mengatakan ide tersebut berangkat dari kepedulian terhadap persoalan sampah anorganik, khususnya limbah plastik dari kemasan minuman sekali pakai yang belum dikelola secara optimal.“Kami ingin mengubah gelas plastik bekas menjadi produk dekorasi rumah yang menarik dan fungsional. Melalui RECRAFT, kami mencoba mengolah sampah menjadi produk kriya daur ulang yang tidak hanya estetik, tetapi juga memiliki manfaat,” ujar Amalia.

Menurutnya, penumpukan sampah plastik dari kemasan minuman sekali pakai dapat berdampak terhadap lingkungan dan kebersihan.

Karena itu, tim memilih memanfaatkan bahan yang relatif mudah ditemukan di sekitar mereka, kemudian mengolahnya dengan sentuhan kreativitas agar mempunyai fungsi baru.

Dari sana, lahirlah produk seperti wadah buah yang memadukan bahan bekas dengan unsur dekoratif.

Bukan Cuma Bikin Produk, Tapi Belajar Jadi EntrepreneurKemenangan RECRAFT di YBC Season 3 tidak hanya berbicara tentang sebuah produk kerajinan.

Ajang tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan gagasan bisnis, mengenal proses kewirausahaan dan menguji kemampuan mereka dalam membawa sebuah ide menjadi sesuatu yang lebih konkret.

IIB Darmajaya melalui YBC Season 3 menghadirkan wadah bagi pelajar dari berbagai sekolah di Lampung untuk mengembangkan potensi kewirausahaan. Kompetisi tersebut juga membagi peserta ke dalam kategori bisnis bertumbuh dan ide bisnis.

Dalam kategori Bisnis Bertumbuh, tim SMAN 1 Tulangbawang Tengah berhasil menempati posisi pertama. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas siswa dapat tumbuh dari persoalan yang sangat sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Yang menarik, bahan utama RECRAFT bukanlah material mahal.Justru dari barang yang sering kali dianggap tidak memiliki nilai itulah para siswa menemukan sebuah peluang.

Gelas plastik bekas yang tadinya hanya berpotensi menjadi limbah diubah menjadi produk dekorasi rumah. Kreativitas kemudian menjadi jembatan antara persoalan lingkungan dan peluang kewirausahaan.

Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa membangun sebuah usaha tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar.Kadang, ide bisnis justru muncul ketika seseorang mampu melihat sesuatu yang dianggap biasa dari sudut pandang yang berbeda.

Hadiah Jadi Modal untuk Terus BerkembangPrestasi RECRAFT semakin berarti karena kemenangan tersebut tidak berhenti pada penghargaan.

Tim SMAN 1 Tulangbawang Tengah mendapatkan hadiah uang tunai yang dapat dimanfaatkan sebagai modal pengembangan usaha.

Selain itu, para anggota tim juga mendapatkan beasiswa kuliah 100 persen di IIB Darmajaya.Bagi Amalia dan rekan-rekannya, capaian tersebut menjadi tambahan motivasi untuk terus mengembangkan RECRAFT.Kemenangan yang diraih bukan dianggap sebagai garis akhir, melainkan kesempatan untuk membawa gagasan tersebut ke tahap berikutnya.

“Alhamdulillah, kami sangat senang dan bersyukur bisa meraih Juara 1. Hadiah modal usaha dan beasiswa 100 persen ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan mengembangkan RECRAFT agar bisa lebih baik lagi,” ungkap Amalia.

Kepala Sekolah Apresiasi Kreativitas Siswa

Kepala SMAN 1 Tulangbawang Tengah, Hermono, turut memberikan apresiasi terhadap capaian para siswanya.

Menurut pihak sekolah, prestasi tersebut menjadi bagian penting dari proses pendidikan karena siswa tidak hanya belajar melalui teori di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung ketika mengembangkan sebuah gagasan menjadi produk.

Capaian RECRAFT juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk membangun kreativitas, kerja sama tim, keberanian menyampaikan ide serta mengenal dunia kewirausahaan sejak berada di bangku sekolah.Bagi sekolah, keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani mengikuti kompetisi, mengembangkan potensi dan menciptakan inovasi dari persoalan yang ada di lingkungan sekitar.

Sebab, pendidikan pada akhirnya tidak hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang berhasil dihafalkan, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut dapat melahirkan gagasan dan memberikan manfaat.

Dari Sampah, Tumbuh Sebuah Gagasan

RECRAFT mungkin bermula dari sesuatu yang sederhana: gelas plastik bekas minuman.Namun dari benda sederhana itu, tiga siswa SMAN 1 Tulangbawang Tengah berhasil menemukan sebuah cerita yang lebih besar.

Ada kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, keberanian berwirausaha dan pengalaman berkompetisi yang kemudian mengantarkan mereka meraih Juara 1 Kategori Bisnis Bertumbuh YBC Season 3.

Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peluang tidak selalu hadir dalam bentuk yang mewah.

Terkadang, peluang justru bersembunyi di antara barang-barang yang selama ini dianggap tidak berguna.

Ketika kreativitas bertemu keberanian untuk mencoba, sampah bisa berubah menjadi karya. Dan ketika karya dikembangkan dengan pola pikir bisnis, bukan tidak mungkin ia berubah menjadi cuan.

RECRAFT membuktikan satu hal: ide besar tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Kadang, ia justru dimulai dari sebuah gelas plastik bekas yang dipandang sebelah mata.

LAMPUNG WAH — SUARA ANDA BERITA KAMI

  • Penulis: lampungwah99@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membongkar Dugaan Pesta Pora Anggaran Siluman di DPRD Tanggamus: Rp 32 Miliar APBD 2024 di Bawah Bayang-Bayang Korupsi

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Membongkar Dugaan Pesta Pora Anggaran Siluman di DPRD Tanggamus: Rp 32 Miliar APBD 2024 di Bawah Bayang-Bayang Korupsi. Investigasi mendalam mengungkap bagaimana APBD 2024 DPRD Tanggamus senilai Rp 32 Miliar diduga sarat penyelewengan. Temukan rincian anggaran media yang fantastis, pelanggaran aturan pengadaan, dan modus “dana sosialisasi” yang berpotensi merugikan negara. LSM Tunas Bangsa desak KPK dan Kejaksaan turun tangan.

  • GEOTHERMAL LAMPUNG BARAT BUKAN SEKADAR ENERGI: SUMADI DAN TANTANGAN MENGUBAH POTENSI ALAM MENJADI KEKUATAN FISKAL DAERAH

    GEOTHERMAL LAMPUNG BARAT BUKAN SEKADAR ENERGI: SUMADI DAN TANTANGAN MENGUBAH POTENSI ALAM MENJADI KEKUATAN FISKAL DAERAH

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Liwa, Lampung WAH — Potensi panas bumi atau geothermal yang tersebar di wilayah Sekincau, Suoh, hingga kawasan Lombok Seminung (Danau Ranau) menjadi salah satu peluang strategis bagi Kabupaten Lampung Barat untuk mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan. Namun, di balik besarnya potensi energi baru terbarukan (EBT) tersebut, terdapat pekerjaan penting yang tidak kalah menentukan: bagaimana memastikan peluang […]

  • Rp1 Miliar Dana BOS SMKN 1 Krui untuk Administrasi, Ini Sekolah Kejuruan atau Kantor?

    Rp1 Miliar Dana BOS SMKN 1 Krui untuk Administrasi, Ini Sekolah Kejuruan atau Kantor?

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 5
    • 0Komentar

    PESISIR BARAT, LAMPUNG WAH — Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler Tahun Anggaran 2025 di SMK Negeri 1 Krui, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi sorotan. Dari total anggaran sebesar Rp1,981 miliar, lebih dari separuhnya dialokasikan untuk pos administrasi kegiatan sekolah, sementara data kondisi ruang kelas dan perbedaan jumlah peserta didik dalam dokumen administrasi turut memunculkan […]

  • Marindo Kurniawan Kawal Pengendalian Inflasi Lampung, Harga Pangan Jadi Ujian di Tengah Beban Masyarakat

    Marindo Kurniawan Kawal Pengendalian Inflasi Lampung, Harga Pangan Jadi Ujian di Tengah Beban Masyarakat

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 16
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG WAH — Upaya menjaga stabilitas harga pangan di Provinsi Lampung tidak cukup berhenti pada koordinasi antarpemerintah. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa harga bahan pokok tetap terjangkau, pasokan tersedia, dan kenaikan harga tidak semakin menekan daya beli. Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Koordinasi […]

  • Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 825
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • HUT ke-81 RI, Eko Didi Armadi: Memaknai Kemerdekaan dari Meja Pemerintahan hingga Kehidupan Masyarakat Tanggamus

    HUT ke-81 RI, Eko Didi Armadi: Memaknai Kemerdekaan dari Meja Pemerintahan hingga Kehidupan Masyarakat Tanggamus

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 3
    • 0Komentar

    TANGGAMUS, LAMPUNG WAH — Kemerdekaan Indonesia memasuki usia ke-81 tahun. Delapan dekade lebih setelah Proklamasi, makna kemerdekaan tidak lagi sebatas terbebas dari penjajahan. Di daerah seperti Kabupaten Tanggamus, kemerdekaan diuji dari pertanyaan yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: apakah pembangunan semakin merata, apakah masyarakat semakin sejahtera, apakah pelayanan pemerintah semakin mudah, dan apakah setiap […]

expand_less