Dugaan Pemborosan Anggaran, Kebijakan Sewa Komputer UIN Raden Intan Lampung Dipertanyakan
- account_circle lampungwah99@gmail.com
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

BANDAR LAMPUNG, Lampung Wah — Kebijakan pengadaan sarana IT di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mendadak menjadi sorotan publik. Kampus negeri tersebut dipertanyakan karena memilih skema sewa perangkat komputer dengan nilai mencapai miliaran rupiah dibandingkan membelinya sebagai aset tetap kampus.
Berdasarkan data investigasi, pada tahun 2026 saja, aliran dana pengadaan sewa komputer kepada pihak ketiga/vendor (PT Luna Jaya Lestari) tercatat mencapai sekitar Rp6,89 miliar.
Sorotan kian tajam ketika melihat perincian biaya per unitnya:
Satu unit PC All-in-One (Lenovo IdeaCentre 3) disewa dengan harga sekitar Rp2,9 juta per bulan.Dalam satu tahun, biaya sewa untuk satu unit PC tersebut membengkak hingga Rp34,8 juta.
Padahal, harga pasaran unit komputer dengan spesifikasi setara diperkirakan hanya berada di kisaran Rp11 juta hingga Rp13 juta jika dibeli secara langsung.
Perbandingan Anggaran Beli vs SewaJika dihitung secara ekonomis:
– Tahun 2026: Anggaran sewa senilai Rp6,8 miliar tersebut sebenarnya dapat dialokasikan untuk membeli sekitar 530 unit komputer baru. Sementara dengan skema sewa saat ini, kampus hanya memfasilitasi sekitar 198 unit selama setahun.
– Tahun 2025: Pada tahun sebelumnya, realisasi anggaran sewa komputer dan laptop di UIN RIL juga menyedot dana hingga Rp4,39 miliar.
– Akumulasi 2 Tahun: Total anggaran sewa selama dua tahun tersebut diperkirakan setara dengan pembelian sekitar 867 unit komputer yang dapat dimiliki secara permanen sebagai aset kampus.
Sorotan Transparansi dan Efisiensi
Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan besar dari kalangan publik mengenai dasar pertimbangan di balik pemilihan skema sewa dibanding pembelian aset. Mengingat penggunaan dana ini bersumber dari keuangan negara dan peruntukannya untuk fasilitas pendidikan, publik menuntut penjelasan transparan dari pihak kampus UIN Raden Intan Lampung.
Apakah keputusan pengadaan ini benar-benar efisien dan menguntungkan keuangan negara, atau justru membebani anggaran? Publik kini menunggu klarifikasi resmi dari pihak pengelola kampus.
Bagaimana kelanjutan dari pemberitaan ini tunggu edisi mendatang.
Lampung Wah – Suara Anda Berita kami
- Penulis: lampungwah99@gmail.com

Saat ini belum ada komentar