Sukses Jadi Tuan Rumah MTQ ke-53, Lampung Selatan Raih Peringkat Ketiga Tingkat Provinsi
- account_circle lampungwah99@gmail.com
- calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALIANDA, LAMPUNG WAH – Kabupaten Lampung Selatan menorehkan dua capaian dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026. Tidak hanya sukses menjadi tuan rumah, kabupaten berjuluk Beranda Sumatra ini juga berhasil mengantarkan kafilahnya meraih peringkat ketiga dalam kompetisi keagamaan tingkat provinsi tersebut.
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Pasalnya, keberhasilan sebagai penyelenggara berjalan beriringan dengan prestasi yang diraih para peserta daerah dalam berbagai cabang perlombaan.
Hasil penilaian dewan hakim diumumkan dalam acara penutupan MTQ ke-53 yang berlangsung di GOR Way Handak, Kalianda, Jumat malam (30/10/2026). Dalam klasemen akhir, Lampung Selatan menempati posisi ketiga setelah Kabupaten Tanggamus sebagai juara umum dan Kota Bandar Lampung di peringkat kedua.
Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan gong serta penyerahan piala bergilir Gubernur Lampung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Muhammad Firsada, kepada Bupati Tanggamus, Mohammad Saleh Asnawi.
Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berjuang membawa nama daerah masing-masing. Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada kafilah Lampung Selatan atas capaian yang berhasil diraih dalam MTQ tahun ini.
Menurut Supriyanto, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, kerja keras, serta pembinaan secara berkelanjutan. Karena itu, hasil MTQ harus menjadi bahan evaluasi sekaligus penyemangat untuk meningkatkan kualitas pembinaan generasi Qurani di masa mendatang.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan generasi Qurani dan mempertahankan prestasi pada ajang-ajang MTQ berikutnya,” kata Supriyanto.
Ia juga mengapresiasi perjuangan para qari dan qariah, hafiz dan hafizah, mufassir dan mufassirah, serta seluruh peserta dari berbagai cabang perlombaan yang telah menunjukkan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung.
Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, keberhasilan meraih peringkat ketiga menjadi dorongan untuk memperkuat sistem pembinaan peserta MTQ. Potensi generasi muda di bidang tilawah, tahfiz, tafsir, dan cabang lainnya dinilai perlu terus dikembangkan melalui pembinaan yang terarah sehingga mampu melahirkan peserta berkualitas dan kompetitif.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Lampung sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Lampung, Muhammad Firsada, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan atas keberhasilannya menjadi tuan rumah MTQ ke-53.
Menurutnya, kelancaran seluruh rangkaian kegiatan tidak terlepas dari kontribusi pemerintah daerah, dewan hakim, panitia, serta berbagai unsur masyarakat yang ikut mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Sejak dibukanya ajang ini, kita telah menyaksikan ketelitian hafalan serta kedalaman Al-Qur’an dari putra-putri terbaik Provinsi Lampung,” ujarnya.
Penyelenggaraan MTQ ke-53 di Kalianda juga menjadi kesempatan bagi Lampung Selatan untuk memperkuat peran sebagai daerah yang mendukung pengembangan kehidupan keagamaan. Lebih dari sekadar agenda perlombaan, MTQ menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat syiar Islam, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta mengamalkan kandungannya.
Dengan berakhirnya MTQ ke-53, Lampung Selatan memiliki dua pekerjaan penting untuk ditindaklanjuti, yakni menjaga kualitas penyelenggaraan kegiatan berskala provinsi dan meningkatkan prestasi kafilah pada kompetisi berikutnya.
Raihan peringkat ketiga menjadi modal awal untuk melangkah lebih jauh. Sementara keberhasilan sebagai tuan rumah menjadi pengalaman berharga bagi pemerintah daerah dalam mendukung agenda keagamaan sekaligus membangun lingkungan masyarakat yang religius.
Lampung Selatan telah menuntaskan tugas sebagai tuan rumah dengan baik. Tantangan berikutnya adalah memastikan prestasi tersebut menjadi pijakan untuk meraih hasil yang lebih tinggi pada MTQ mendatang. (RED)
- Penulis: lampungwah99@gmail.com

Saat ini belum ada komentar