Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Thomas Amrico Tegaskan: Penghargaan KPK Bukan Alat Cuci Dosa!

Thomas Amrico Tegaskan: Penghargaan KPK Bukan Alat Cuci Dosa!

  • account_circle lampungwah99@gmail.com
  • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BANDAR LAMPUNG, Lampung Wah — Tepuk tangan dan plakat apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mendarat di tangan Pemerintah Provinsi Lampung. Pengakuan atas penguatan Pendidikan Antikorupsi (PAK) melalui kurikulum muatan lokal di tingkat SMA dan SMK ini sepintas menjadi angin segar bagi publik Bumi Ruwa Jurai.

Penghargaan yang diterima langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam helatan Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 di Gedung Juang, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026) tersebut, secara normatif mengukuhkan Lampung sebagai salah satu daerah pelopor penguatan karakter sejak dini.

Namun, di balik selebrasi nasional tersebut, nada keras dan tak biasa justru ditiupkan dari internal birokrasi pendidikan daerah sendiri. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Dr. Thomas Amrico, S.STP., M.H., memilih untuk berdiri berseberangan dengan sikap jumawa. Ia secara terbuka menolak larut dalam euforia seremonial yang kerap membuat pejabat publik terlena.

Bagi Thomas, apresiasi dari lembaga antirasuah pimpinan Setyo Budiyanto itu bukanlah piala kemenangan akhir, apalagi sebuah legitimasi mutlak bahwa ekosistem sekolah di Lampung sudah sepenuhnya bersih dan tanpa cela.

“Penghargaan dari KPK ini adalah bentuk apresiasi atas kerja keras para guru, penyusun kurikulum, dan tenaga pendidik yang berdarah-darah mengawal program muatan lokal antikorupsi di kelas. Tapi saya tegaskan dengan sangat keras, penghargaan KPK ini bukan alat cuci dosa! Jangan sampai ada kepala sekolah atau oknum dinas yang merasa aman, lalu bersembunyi di balik piala ini,” tegas Thomas Amrico saat ditemui secara khusus.

Pernyataan menohok tersebut menjadi sinyal bahwa Disdikbud Lampung sedang tidak berusaha memoles citra di atas retaknya realitas. Publik dan para aktivis pendidikan menyadari betul, sektor pendidikan menengah di daerah masih dibayangi berbagai persoalan klasik yang berulang—mulai dari dugaan pungutan liar (pungli) berkedok sumbangan komite, ketidaktransparanan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), hingga dinamika penerimaan peserta didik yang rentan titipan.

Thomas secara tajam menyoroti bahwa mencetak buku saku antikorupsi atau menjadwalkan jam pelajaran PAK di ruang kelas adalah pekerjaan teknis yang paling mudah. Tantangan paling berdarah dan sesungguhnya justru berada pada moralitas para pengelola pendidikan itu sendiri.

“Siswa kitajejali teori kejujuran di kelas, tapi kalau di luar kelas mereka melihat tata kelola sekolahnya masih penuh akal-akalan, itu namanya kita sedang mengajarkan hipokrisi secara sistematis. Integritas itu bukan teori yang dihafal untuk ujian, tapi teladan yang dipraktikkan. Kalau kepala sekolahnya bersih, pimpinannya jujur, bawahannya tidak akan berani bermain-main,” cetusnya dengan nada tinggi.

Ia juga menambahkan peringatan keras bagi seluruh Kepala Satuan Pendidikan (Kepala Sekolah) SMA/SMK se-Provinsi Lampung agar tidak menjadikan laporan administratif sebagai alat pembenaran semata.

“Saya tidak butuh Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang di atas kertas terlihat rapi dan sempurna tapi di lapangan penuh dengan manipulasi. Saya minta seluruh instrumen pendidikan di Lampung membuktikan bahwa kita pantas memegang penghargaan KPK ini lewat aksi nyata. Hentikan praktik-praktik ‘belakang layar’ yang merusak citra pendidikan kita,” tambah Thomas.

Sikap tegas Disdikbud ini seolah menjadi jawaban atas tuntutan publik yang kini berada di titik tertinggi. Apresiasi KPK memang berhasil menempatkan Lampung di panggung kehormatan nasional, namun di saat yang sama, panggung tersebut diiringi sorotan kamera yang makin tajam. Jika di kemudian hari masih ditemukan penyimpangan anggaran atau praktik transaksional di lingkungan sekolah, maka penghargaan dari KPK ini justru akan berbalik menjadi bumerang moral yang sangat mempermalukan daerah.

Langkah Thomas Amrico yang pasang badan dan ‘memasang pagar’ sejak awal mengisyaratkan satu pesan penting: masa bulan madu atas seremonial di Jakarta telah usai. Kini, seluruh ekosistem pendidikan di Lampung dituntut membuktikan secara konsisten, apakah kurikulum antikorupsi ini benar-benar menjadi alat pembersih tabiat, atau sekadar pemanis dokumen untuk mengejar angka indeks integritas.

Lampung Wah – Suara Anda Berita Kami

  • Penulis: lampungwah99@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Lampung Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Turun tapi Belanja Naik Rp74,65 Miliar

    DPRD Lampung Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Turun tapi Belanja Naik Rp74,65 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 4
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG WAH — DPRD Provinsi Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung menyepakati Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026 melalui Rapat Paripurna di Ruang Rapat Paripurna DPRD Lampung, Jumat (7/8/2026). Kesepakatan tersebut menjadi dasar bagi Pemprov Lampung untuk melanjutkan penyusunan Rancangan Perubahan APBD Tahun […]

  • Tembus 3 Besar Nasional, Lampung Selatan Buktikan Kualitas di PPD 2026

    Tembus 3 Besar Nasional, Lampung Selatan Buktikan Kualitas di PPD 2026

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 6
    • 0Komentar

    KALIANDA, LAMPUNG WAH — Kabupaten Lampung Selatan menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Daerah yang dipimpin Bupati Radityo Egi Pratama itu berhasil menempati peringkat ketiga terbaik nasional dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 untuk kategori kabupaten. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap kualitas perencanaan dan kinerja pelaksanaan pembangunan daerah, termasuk kemampuan pemerintah daerah menyelaraskan prioritas […]

  • MKKS SMA Bawa Semangat Pendidikan Tulang Bawang ke Festival Krakatau XXXV Tahun 2026

    MKKS SMA Bawa Semangat Pendidikan Tulang Bawang ke Festival Krakatau XXXV Tahun 2026

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 2
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG WAH — Dunia pendidikan Kabupaten Tulang Bawang turut mengambil bagian dalam kemeriahan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Di tengah ribuan peserta yang memadati pusat Kota Bandar Lampung, keterlibatan unsur Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) menjadi salah satu bagian penting dari kolaborasi dunia pendidikan dalam menghidupkan budaya Lampung. Di balik keterlibatan tersebut, Ketua […]

  • Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 302
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Wirahadikusuma : Dari Wartawan Hingga Menuju Periode Kedua PWI Lampung

    Wirahadikusuma : Dari Wartawan Hingga Menuju Periode Kedua PWI Lampung

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 7
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG WAH — Perjalanan seorang wartawan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak berita yang ditulis, tetapi juga oleh proses panjang dalam membangun kompetensi, memahami etika jurnalistik, serta menjaga tanggung jawab profesi. Perjalanan itulah yang mewarnai karier Wirahadikusumah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung yang kini kembali bersiap mengikuti kontestasi kepemimpinan organisasi untuk […]

  • Dibangun dari Kebiasaan, Dikuatkan dengan Keteladanan: Agus Nardi dan Budaya 5S di SMAN 13 Bandar Lampung

    Dibangun dari Kebiasaan, Dikuatkan dengan Keteladanan: Agus Nardi dan Budaya 5S di SMAN 13 Bandar Lampung

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 4
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG WAH — Pendidikan karakter tidak selalu dimulai dari ruang kelas. Di SMAN 13 Bandar Lampung, nilai-nilai kesantunan justru dibangun sejak siswa melewati pintu gerbang sekolah melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Kamis pagi, 24 September 2026, suasana hangat terlihat di lingkungan SMAN 13 Bandar Lampung. Guru dan tenaga kependidikan menyambut kedatangan […]

expand_less