Tembus 3 Besar Nasional, Lampung Selatan Buktikan Kualitas di PPD 2026
- account_circle lampungwah99@gmail.com
- calendar_month Senin, 5 Okt 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

KALIANDA, LAMPUNG WAH — Kabupaten Lampung Selatan menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Daerah yang dipimpin Bupati Radityo Egi Pratama itu berhasil menempati peringkat ketiga terbaik nasional dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 untuk kategori kabupaten.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap kualitas perencanaan dan kinerja pelaksanaan pembangunan daerah, termasuk kemampuan pemerintah daerah menyelaraskan prioritas pembangunan dengan agenda nasional serta menerjemahkannya ke dalam program yang berdampak bagi masyarakat.
Penghargaan PPD 2026 diserahkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk kepada Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam acara Penyerahan PPD 2026 dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah Tahun 2026 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas RI, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).
Dalam pemeringkatan nasional kategori kabupaten, Lampung Selatan berada di bawah Kabupaten Kendal sebagai Terbaik I dan Deli Serdang sebagai Terbaik II. Posisi berikutnya ditempati Sumedang dan Sleman.
Capaian tersebut patut diapresiasi karena PPD bukan sekadar penghargaan seremonial. Bappenas menempatkan pembangunan daerah sebagai bagian penting dari pembangunan nasional, sehingga kualitas perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan keterkaitan program dengan kebutuhan masyarakat menjadi bagian yang dinilai.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bahkan menegaskan penghargaan tersebut bukan hadiah, melainkan pemacu agar pemerintah daerah bekerja lebih keras.
Pesan itu menjadi penting bagi Lampung Selatan: masuk tiga besar nasional justru membawa tanggung jawab lebih besar untuk membuktikan bahwa kualitas perencanaan benar-benar berujung pada perubahan di lapangan.
Bupati Radityo Egi Pratama menyambut capaian tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan.
“Alhamdulillah, Lampung Selatan meraih peringkat ketiga PPD 2026 untuk kategori perencanaan dan kinerja pelaksanaan prioritas nasional di daerah. Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan perencanaan dan kinerja pembangunan demi masyarakat Lampung Selatan,” ujar Egi.
Namun, penghargaan nasional tersebut sekaligus perlu dibaca bersama kondisi Lampung Selatan saat ini. Sebab ukuran keberhasilan pembangunan pada akhirnya tidak berhenti pada dokumen perencanaan ataupun jumlah penghargaan, tetapi terlihat dari apakah pertumbuhan ekonomi mampu memperluas kesempatan kerja, menurunkan kemiskinan, memperbaiki kualitas manusia dan meningkatkan pelayanan dasar.
Dari sisi ekonomi, Lampung Selatan menunjukkan perkembangan positif. Data BPS mencatat perekonomian daerah tersebut tumbuh 5,71 persen pada 2025. Angka itu menjadi salah satu modal penting pembangunan karena menunjukkan aktivitas ekonomi daerah terus bergerak.
Pertumbuhan tersebut, bagaimanapun, masih menyisakan pertanyaan penting mengenai seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat. Pemkab Lampung Selatan sendiri mengakui bahwa tantangannya bukan hanya mempertahankan pertumbuhan, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan peluang usaha, lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Pada sisi kemiskinan, kondisinya juga menunjukkan tren membaik. BPS mencatat persentase penduduk miskin Lampung Selatan turun dari 12,57 persen pada 2024 menjadi 12,05 persen pada 2025. Jumlah penduduk miskin juga turun dari sekitar 132,38 ribu menjadi 127,74 ribu orang.
Artinya, ada kemajuan yang layak diapresiasi. Tetapi pada saat yang sama, angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan belum selesai. Masih ada lebih dari 127 ribu penduduk yang berada dalam kategori miskin berdasarkan ukuran statistik BPS, sehingga pembangunan ekonomi perlu terus diarahkan agar manfaatnya menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Begitu pula dengan pembangunan kualitas manusia. BPS mencatat IPM Lampung Selatan 2025 berada di angka 73,10, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun angka tersebut masih berada di bawah IPM Provinsi Lampung yang tercatat 73,98.
Persoalan kesehatan dan kualitas generasi juga tetap menjadi pekerjaan rumah. Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting Lampung Selatan berada di angka 10,4 persen, sedikit meningkat dari 10,3 persen pada 2023. Pemerintah daerah pada 2026 bahkan kembali menempatkan penurunan stunting sebagai agenda penting dengan target menekan angka tersebut secara lebih agresif.
Di bidang infrastruktur, Pemkab Lampung Selatan sebelumnya melaporkan tingkat kemantapan jalan meningkat dari 54,97 persen pada 2024 menjadi 60,96 persen pada 2025. Kenaikan tersebut menjadi indikator adanya perbaikan, namun sekaligus menunjukkan masih terdapat ruang cukup besar untuk meningkatkan kualitas infrastruktur daerah.
Kondisi tersebut memperlihatkan wajah pembangunan Lampung Selatan yang cukup menarik. Di satu sisi, daerah ini berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi, menurunkan kemiskinan, meningkatkan IPM, memperbaiki infrastruktur dan kini memperoleh pengakuan nasional melalui PPD 2026.
Di sisi lain, masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan, mulai dari memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, mempercepat penurunan kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, hingga menjaga agar persoalan stunting tidak kembali meningkat.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sendiri sejak awal menegaskan bahwa pembangunan harus berorientasi pada dampak. Dalam penyusunan pembangunan daerah, Bupati Egi menyatakan setiap program harus memiliki dampak yang dirasakan masyarakat serta berkelanjutan.
Karena itu, raihan peringkat ketiga PPD 2026 seharusnya tidak menjadi garis akhir. Justru penghargaan tersebut dapat menjadi tolok ukur baru bagi Lampung Selatan untuk menunjukkan bahwa perencanaan yang dinilai baik di tingkat nasional mampu diterjemahkan menjadi pembangunan yang semakin terasa di tingkat desa, kecamatan hingga rumah tangga.
Apresiasi layak diberikan atas capaian tersebut. Namun setelah penghargaan diterima, pekerjaan berikutnya jauh lebih penting: memastikan angka pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam statistik, angka kemiskinan terus ditekan, kualitas manusia meningkat, infrastruktur semakin baik, dan masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan hasil pembangunan.
Dengan demikian, peringkat tiga besar nasional PPD 2026 bukan hanya menjadi kebanggaan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, tetapi juga menjadi tantangan untuk membuktikan bahwa kualitas perencanaan yang mendapatkan pengakuan nasional benar-benar sejalan dengan kualitas kehidupan masyarakat di Bumi Khagom Mufakat.
Lampung Wah – Suara Anda Berita Kami
- Penulis: lampungwah99@gmail.com

Saat ini belum ada komentar