Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » BERAS MELIMPAH, HARGA MALAH MEROKET, TPID LAMSEL KETIDURAN

BERAS MELIMPAH, HARGA MALAH MEROKET, TPID LAMSEL KETIDURAN

  • account_circle lampungwah99@gmail.com
  • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Kalianda, Lampung Wah – Kabupaten Lampung Selatan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Provinsi Lampung. Berulang kali diakui pemerintah daerah sendiri bahwa produksi beras di wilayah ini berjalan sangat baik, panen berlimpah, dan stok pangan seharusnya lebih dari cukup untuk kebutuhan warga setempat.

Logikanya sederhana: melimpahnya pasokan lokal seharusnya membuat harga beras stabil, bahkan cenderung ramah di kantong masyarakat. Namun kenyataan berbicara sebaliknya, dan mempertontonkan keganjilan yang sulit diterima akal sehat.

Data terbaru Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan lonjakan drastis dari 0,93 persen pada minggu kedua September 2026, melesat tajam menjadi 1,34 persen pada pekan ini. Angka ini menempatkan Lampung Selatan di posisi keempat dengan tekanan inflasi tertinggi se-Lampung.

Yang paling menyakitkan dan memalukan: beraslah penyumbang terbesar kenaikan itu, menyumbang 0,61 persen dari total lonjakan harga—padahal beras itu tumbuh dan dipanen di tanah sendiri! Diikuti cabai rawit 0,47 persen dan cabai merah 0,20 persen.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, akhirnya angkat bicara dalam Rakornas secara daring Kamis (24/9). Ia mengakui kejanggalan ini, menduga ada hambatan distribusi, dan berjanji akan segera menganalisis masalah lalu berkoordinasi dengan Bulog.

Pertanyaan besarnya: Di mana saja TPID dan Sekda selama ini? Kenapa baru sadar setelah harga terlanjur melambung tinggi? Sebut saja begini: tim pengendali inflasi seolah terlelap saat masalah merayap pelan-pelan. Padahal gejalanya pasti sudah ada jauh sebelumnya.

Masalah distribusi bukan rahasia baru, sering jadi penyakit klasik penyaluran pangan. Mengapa tidak dicek, dipantau, dan diperbaiki sejak awal? Mengapa harus menunggu angka IPH memerah dan membebani rakyat baru sibuk berjanji “akan menyelidiki”?

Ini bukti nyata kelambatan, ketidaksiapan, dan lemahnya kewaspadaan yang sangat disayangkan dari birokrasi tertinggi di daerah ini.

Belum lagi ada catatan mencengangkan lain: data yang dipakai untuk menilai harga di Lampung Selatan masih mengacu pada harga di Bandar Lampung, bukan hasil pantauan langsung di pasar-pasar Kalianda, Palas, atau kecamatan lain di wilayah sendiri.

Bagaimana mungkin bisa mengambil keputusan tepat kalau datanya saja belum mencerminkan kenyataan di lapangan? Apakah TPID dan Sekda malas turun langsung memantau kondisi nyata di daerahnya sendiri?

Beban rakyat makin berat bukan cuma soal beras. Kelompok kebutuhan lain juga melonjak liar: biaya perawatan pribadi dan jasa melonjak hingga 9,56 persen, makanan, minuman dan tembakau 5,75 persen, serta transportasi 4,87 persen.

Ini tanda jelas bahwa pengendalian harga di Lampung Selatan nyaris berjalan di tempat, bahkan boleh dibilang tertinggal jauh dari kebutuhan masyarakat. Kami yakin Pemkab dan Sekda punya kemampuan untuk memperbaiki ini semua.

Tapi warga sudah muak hanya dengan janji manis, rencana rapat, atau kata-kata “akan dikaji”.

Rakyat butuh aksi nyata, sekarang juga! Bangunlah dari tidur panjangnya, TPID dan Sekda Lampung Selatan! Jangan biarkan potensi besar daerah ini malah jadi beban bagi warganya sendiri. Perbaiki pemantauan, benahi jalur distribusi, dan buktikan bahwa kalian bekerja sungguh-sungguh demi kesejahteraan rakyat, bukan sekadar duduk menunggu laporan masuk.

Lampung Wah – Suara Anda Berita Kami

  • Penulis: lampungwah99@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Thomas Amrico Tegaskan: Penghargaan KPK Bukan Alat Cuci Dosa!

    Thomas Amrico Tegaskan: Penghargaan KPK Bukan Alat Cuci Dosa!

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 5
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, Lampung Wah — Tepuk tangan dan plakat apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mendarat di tangan Pemerintah Provinsi Lampung. Pengakuan atas penguatan Pendidikan Antikorupsi (PAK) melalui kurikulum muatan lokal di tingkat SMA dan SMK ini sepintas menjadi angin segar bagi publik Bumi Ruwa Jurai. Penghargaan yang diterima langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat […]

  • Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 312
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Marindo Kurniawan Kawal Pengendalian Inflasi Lampung, Harga Pangan Jadi Ujian di Tengah Beban Masyarakat

    Marindo Kurniawan Kawal Pengendalian Inflasi Lampung, Harga Pangan Jadi Ujian di Tengah Beban Masyarakat

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 16
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG WAH — Upaya menjaga stabilitas harga pangan di Provinsi Lampung tidak cukup berhenti pada koordinasi antarpemerintah. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa harga bahan pokok tetap terjangkau, pasokan tersedia, dan kenaikan harga tidak semakin menekan daya beli. Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Koordinasi […]

  • Mobil Nissan Livina

    Aliansi Nissan-Mitsubishi Luncurkan Livina Versi Mungil

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Nissan meluncurkan Nissan Livina berbasis Xpander beberapa waktu lalu di Indonesia. Di Jepang, aliansi Nissan- Mitsubishi meluncurkan empat mobil jenis Kei auto baru. Beberapa kendaraan di antaranya Nissan Dayz, Nissan Dayz Highway Star, Mitsubishi eK Wagon dan Mitsubishi eKX. Bentuknya sangat mirip dengan Livina dan Xpander. Nah, produksi mobil mini ini, ditangani oleh perusahaan patungan, […]

  • Hadapi Pemeriksaan Tematik BPK RI, Sekdaprov Lampung Dr. Marindo Kurniawan Jadi Penggerak Koordinasi

    Hadapi Pemeriksaan Tematik BPK RI, Sekdaprov Lampung Dr. Marindo Kurniawan Jadi Penggerak Koordinasi

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Lampung Wah — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dalam menghadapi Pemeriksaan Tematik Nasional Ketahanan Energi Tahun 2026 yang dilaksanakan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).Langkah tersebut ditandai dengan keikutsertaan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan, ST., MM. dalam Grand Entry Meeting Pemeriksaan Tematik Nasional Ketahanan Energi Tahun 2026 […]

  • Skandal Seragam SMAN 1 ARA: Ketika “Macan Kertas” Disdikbud Ditertawakan di Lapangan

    Skandal Seragam SMAN 1 ARA: Ketika “Macan Kertas” Disdikbud Ditertawakan di Lapangan

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle lampungwah99@gmail.com
    • visibility 3
    • 0Komentar

    LAMPUNG TENGAH, Lampung Wah – Di atas kertas, palu telah diketok dengan garis tanpa kompromi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung secara telak melarang seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri mengondisikan, mewajibkan, atau mengarahkan wali murid membeli seragam pada toko, koperasi, penjahit, maupun konveksi tertentu.Aturan ini dikunci rapat dalam Surat Edaran (SE) Nomor 800/9.5/V/01/2026 […]

expand_less