SMAN 17 Bandar Lampung Perkuat Karakter Siswa Lewat Gotong Royong dan Jumat Religi
- account_circle lampungwah99@gmail.com
- calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG WAH — Pembentukan karakter siswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah. Hal itu tercermin dalam kegiatan Jumat di SMAN 17 Bandar Lampung, Jumat (9/10/2026), yang diisi dengan kerja bakti membersihkan lingkungan kelas dan kegiatan Jumat Religi.
Melalui kegiatan gotong royong atau kurve Jumat, para siswa diajak menjaga kebersihan, merapikan ruang kelas, serta menciptakan lingkungan belajar yang bersih, tertata, dan nyaman. Kegiatan ini sekaligus menanamkan kesadaran bahwa menjaga fasilitas sekolah merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas petugas kebersihan.
Kebiasaan sederhana seperti menyapu lantai dan merapikan meja sendiri menjadi bagian dari pembelajaran karakter di luar materi akademik. Dari aktivitas tersebut, siswa dilatih membangun kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat bekerja sama.
Pada hari yang sama, SMAN 17 Bandar Lampung juga mengisi kegiatan dengan Jumat Religi. Momentum ini dimanfaatkan untuk mengajak siswa meluangkan waktu sejenak dari rutinitas pembelajaran, memperdalam keimanan, melakukan introspeksi diri, dan membangun kebiasaan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Kedua kegiatan tersebut menghadirkan pendekatan pendidikan yang saling melengkapi. Gotong royong membangun kepedulian sosial dan tanggung jawab, sedangkan Jumat Religi memberikan ruang bagi penguatan nilai spiritual dan pembentukan perilaku positif.
Di bawah kepemimpinan Kepala SMAN 17 Bandar Lampung, Linda Kurniasari, S.Pd., M.Pd., kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter peserta didik.
Pendidikan karakter membutuhkan pembiasaan yang nyata. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan religiusitas akan lebih bermakna ketika siswa memperoleh kesempatan untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Melalui kegiatan Jumat yang memadukan kepedulian lingkungan dan penguatan spiritual, SMAN 17 Bandar Lampung menunjukkan bahwa pendidikan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan bersama-sama.
Pada akhirnya, kelas yang bersih bukan hanya menghadirkan kenyamanan belajar, sebagaimana kegiatan keagamaan bukan sekadar rutinitas mingguan. Keduanya menjadi ruang pembelajaran untuk menumbuhkan generasi yang peduli terhadap lingkungan, bertanggung jawab, serta memiliki landasan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
LAMPUNG WAH – Suara Anda Berita Kami
- Penulis: lampungwah99@gmail.com

Saat ini belum ada komentar