Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Anggaran Revitalisasi Bernilai Miliaran, Harmono Kawal Mutu Pendidikan di Tubaba

Anggaran Revitalisasi Bernilai Miliaran, Harmono Kawal Mutu Pendidikan di Tubaba

  • account_circle lampungwah99@gmail.com
  • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

TUBABA, LAMPUNG WAH — Anggaran revitalisasi sekolah bukan sekadar angka miliaran rupiah di atas kertas. Di baliknya, ada harapan ribuan siswa untuk belajar di lingkungan yang lebih layak, fasilitas pendidikan yang semakin memadai, serta masa depan generasi muda yang tidak boleh dikorbankan oleh buruknya tata kelola anggaran.

Di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), perhatian terhadap program revitalisasi di SMAN 2 Tumijajar dan SMAN 1 Tulang Bawang Tengah menjadi penting. Besarnya anggaran yang digelontorkan harus berjalan seiring dengan kualitas pekerjaan, keterbukaan pelaksanaan, dan manfaat nyata yang dirasakan warga sekolah.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Tulang Bawang Barat, Harmono, S.pd saja, memiliki posisi strategis dalam mendorong kesadaran bersama bahwa pembangunan pendidikan tidak berhenti pada berdirinya bangunan baru. Lebih dari itu, setiap rupiah anggaran harus berorientasi pada kepentingan peserta didik dan peningkatan mutu layanan pendidikan.

Anggaran Besar, Tanggung Jawab Harus Lebih BesarRevitalisasi sekolah merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, keberhasilannya tidak semestinya hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan, kualitas material, ketepatan penggunaan anggaran, serta kebermanfaatan fasilitas setelah digunakan.

Di sinilah pentingnya pengawalan yang serius. Program bernilai miliaran rupiah membutuhkan tata kelola yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai tujuan mulia memperbaiki sarana pendidikan justru kehilangan makna akibat pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan atau penggunaan anggaran yang menyimpang.

Semangat tersebut perlu menjadi perhatian bersama, termasuk MKKS sebagai wadah koordinasi kepala sekolah. Pengawalan bukan berarti mengambil alih kewenangan pihak pelaksana maupun aparat pengawas, melainkan memperkuat komitmen agar pembangunan pendidikan tetap berada di jalur yang benar.

Jangan Berhenti pada Bangunan, Pastikan Manfaatnya Dirasakan SiswaMasyarakat tentu berharap revitalisasi di SMAN 2 Tumijajar dan SMAN 1 Tulang Bawang Tengah menghasilkan fasilitas yang benar-benar layak digunakan, aman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

Untuk memastikan harapan itu terwujud, pelaksanaan program perlu terbuka terhadap pemeriksaan dan evaluasi sesuai kewenangan masing-masing. Hasil pekerjaan harus dapat dipertanggungjawabkan, sementara setiap kekurangan yang ditemukan perlu ditindaklanjuti berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Prinsipnya sederhana: anggaran pendidikan harus kembali kepada tujuan utamanya, yakni meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Bukan sekadar menyerap anggaran, bukan pula hanya mengejar penyelesaian proyek, melainkan memastikan manfaatnya benar-benar sampai kepada siswa dan tenaga pendidik.

Bagi Harmono, kepemimpinan dalam dunia pendidikan juga dapat dimaknai sebagai kemampuan menjaga kepercayaan publik. Integritas tidak cukup ditunjukkan melalui keberhasilan menjalankan program, tetapi juga melalui kesediaan memastikan setiap proses berlangsung sesuai aturan dan dapat diuji secara terbuka.

Menjaga Kepercayaan, Mengawal Masa Depan PendidikanRevitalisasi sekolah menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran pendidikan.

Kepercayaan itu hanya dapat tumbuh apabila pembangunan dilaksanakan secara profesional, hasilnya berkualitas, dan pertanggungjawabannya jelas.

Karena itu, pengawalan terhadap revitalisasi SMAN 2 Tumijajar dan SMAN 1 Tulang Bawang Tengah patut ditempatkan dalam kerangka kepentingan publik. Setiap rupiah yang digunakan harus memiliki manfaat yang terukur, setiap pekerjaan harus memenuhi ketentuan, dan setiap tanggung jawab harus dijalankan sesuai kewenangan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan revitalisasi bukan terletak pada besarnya anggaran yang dikucurkan, melainkan pada perubahan nyata yang dirasakan warga sekolah.Sebab, ketika anggaran pendidikan dikelola dengan benar, yang dibangun bukan hanya gedung sekolah. Yang ikut diperkuat adalah kepercayaan masyarakat, kualitas pembelajaran, dan masa depan generasi muda Tulang Bawang Barat.

Lampung Wah – Suara Anda Berita Kami

  • Penulis: lampungwah99@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less