SMAN 2 Kalianda Sulap Lahan Kurang Produktif Jadi Peluang Kewirausahaan, Budidaya Lele dan Kebun TOGA Jadi Perhatian
- account_circle lampungwah99@gmail.com
- calendar_month Senin, 12 Okt 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kalianda, LAMPUNG WAH — Pemanfaatan lingkungan sekolah secara produktif menjadi salah satu langkah yang dikembangkan SMAN 2 Kalianda untuk mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan sekaligus meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.
Di bawah kepemimpinan Kepala SMAN 2 Kalianda, Herwansyah, S.Pd., M.Pd., sekolah ini mengoptimalkan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi area budidaya ikan lele. Langkah tersebut ditandai dengan penebaran bibit ikan lele oleh kepala sekolah bersama jajaran wakil kepala sekolah ke kolam budidaya yang telah disiapkan.
Program ini tidak sekadar memanfaatkan lahan yang tersedia, tetapi juga membuka peluang bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran kewirausahaan yang lebih kontekstual. Melalui kegiatan budidaya, peserta didik diharapkan dapat mengenal proses pengelolaan usaha, memahami pentingnya perawatan, serta mempelajari potensi ekonomi dari sektor perikanan.
Pemanfaatan lahan sekolah untuk kegiatan produktif juga menjadi alternatif pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan di kelas dengan praktik di lapangan. Dengan demikian, lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik.
Bagi Herwansyah, pengembangan potensi lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun budaya sekolah yang produktif. Lahan yang tersedia tidak hanya dipandang sebagai bagian dari fasilitas sekolah, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sarana pembelajaran dan kegiatan kewirausahaan.
Selain memulai budidaya ikan lele, kepala sekolah bersama jajaran juga meninjau kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang telah lama dikembangkan di lingkungan SMAN 2 Kalianda.
Kebun TOGA tersebut tumbuh subur dan menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lingkungan sekolah yang terus dirawat. Keberadaannya turut memperkenalkan kepada peserta didik pentingnya mengenal tanaman obat keluarga serta menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar mereka.
Pengembangan kolam lele dan pemeliharaan kebun TOGA memperlihatkan dua potensi yang dapat berjalan beriringan, yakni pemanfaatan sumber daya untuk kegiatan produktif dan pembiasaan perilaku peduli lingkungan.
Meski demikian, keberhasilan program kewirausahaan sekolah tidak hanya ditentukan oleh dimulainya kegiatan budidaya. Konsistensi perawatan, pengelolaan yang terencana, serta keterlibatan warga sekolah menjadi faktor penting agar program tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Jika dikelola secara optimal, budidaya ikan lele berpotensi menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan sekaligus membuka peluang nilai ekonomi bagi sekolah. Sementara itu, kebun TOGA dapat terus dikembangkan sebagai ruang edukasi lingkungan yang mendukung pembelajaran peserta didik.
Langkah yang dilakukan SMAN 2 Kalianda ini menjadi gambaran bahwa inovasi pendidikan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara terarah, sekolah memiliki peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga keterampilan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Ke depan, kesinambungan program dan keterlibatan peserta didik akan menjadi bagian penting dalam menentukan sejauh mana potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang produktif dan bernilai edukatif.
LAMPUNG WAH – Suara Anda Berita Kami
- Penulis: lampungwah99@gmail.com

Saat ini belum ada komentar